Jawa Pos Radar Madiun - Keputusan Fourtwnty untuk hiatus sejak 28 Februari 2025 memang sempat membuat banyak penggemar terkejut.
Setelah 15 tahun berkarya di industri musik Tanah Air, grup band folk pop ini memutuskan untuk rehat sejenak.
Namun, di tengah masa jeda tersebut, justru salah satu lagu lama mereka kembali mencuri perhatian publik: Mangu.
Dirilis pertama kali pada 20 April 2022, lagu Mangu kini viral di berbagai platform seperti TikTok, Instagram Reels, hingga X (dulu Twitter).
Lagu ini tak hanya menarik dari sisi musikal, tapi juga menyimpan makna yang dalam dan sangat relevan dengan banyak kisah nyata di masyarakat.
Makna “Mangu” yang Dalam dan Personal
Secara musikal, Mangu menampilkan ciri khas Fourtwnty: melodi syahdu, iringan gitar akustik yang lembut, dan vokal penuh emosi dari Ari Lesmana.
Namun kekuatan utama dari lagu ini terletak pada liriknya. Mangu dalam Bahasa Jawa berarti termenung atau terdiam karena sedih, kecewa, bingung, atau terkejut.
Kata ini menjadi representasi sempurna untuk konflik perasaan yang tak mudah diungkapkan.
Fourtwnty mengangkat tema yang jarang dibahas secara gamblang dalam lagu-lagu pop Indonesia: cinta yang kandas karena perbedaan keyakinan.
Sebuah tema yang menyentuh, karena banyak orang yang diam-diam mengalaminya.
"Cerita kita sulit dicerna, tak lagi sama cara berdoa, cerita kita sulit diterka, tak lagi sama arah kiblatnya."
Bait lirik ini menjadi salah satu bagian paling sering dikutip dan dibagikan warganet.
Mereka merasa lirik tersebut seolah menulis ulang kisah hidup mereka sendiri, tentang cinta yang tak bisa bersatu karena benturan pada prinsip spiritual.
Viral Justru di Masa Hiatus
Fenomena lagu Mangu yang kembali populer saat Fourtwnty hiatus menjadi bukti bahwa karya musik yang jujur dan tulus akan selalu menemukan momennya sendiri.
Di TikTok, lagu ini dijadikan latar untuk video-video kisah cinta tak sampai, surat terbuka untuk mantan, hingga refleksi spiritual.
Popularitas Mangu yang meroket bahkan menempatkan lagu ini kembali ke deretan teratas chart streaming nasional, tiga tahun setelah perilisannya.
Hiatus bukan akhir. Justru Mangu membuktikan bahwa Fourtwnty tetap hadir dalam hati penggemarnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani