Jawa Pos Radar Madiun – Band hardcore punk asal Baltimore, Turnstile, resmi meluncurkan album studio keempat mereka bertajuk “Never Enough”.
Perilisan ini menandai kelanjutan perjalanan musikal mereka setelah sukses dengan Glow On pada 2021.
Dirilis dengan penuh kejutan, album ini tidak hanya menghadirkan warna musik yang lebih matang dan melodius.
Tapi juga dilengkapi dengan film pendamping yang disutradarai langsung oleh dua personel Turnstile, Brendan Yates dan Pat McCrory.
Proyek visual tersebut menjadi bagian integral dalam membentuk nuansa serta pesan mendalam dari album.
Album Never Enough: Eksplorasi Baru yang Tetap Enerjik
"Never Enough" menjadi penanda transformasi musik Turnstile yang tetap berakar pada semangat hardcore-punk namun kini lebih terbuka terhadap nuansa eksperimental dan kolaboratif.
Album ini direkam di dua kota berbeda: Los Angeles dan Baltimore, sehingga memberikan dinamika atmosferik yang berbeda pada proses kreatifnya.
Beberapa musisi ternama ikut meramaikan album ini, seperti Hayley Williams dari Paramore, Faye Webster, penyanyi folk-indie dengan suara khas, dan Shabaka Hutchings, musisi jazz eksperimental yang membawa elemen spiritual dan atmosferik.
Lagu Unggulan dan Single yang Sudah Dirilis
Sebelum perilisan penuh, Turnstile telah menggoda penggemarnya dengan sejumlah single, antara lain: Never Enough, Look Out For Me, Seeing Stars, dan Birds.
Keempat lagu ini memperlihatkan arah baru Turnstile yang tetap eksplosif namun lebih halus dalam eksplorasi melodi dan struktur lagu.
Konser Spesial dan Rencana Tur Global
Untuk merayakan perilisan album, Turnstile menggelar konser intim bertema eksperimental di bawah jembatan Under The K Bridge, Brooklyn.
Konser tersebut sold out dengan dihadiri penggemar setia dan turut dimeriahkan oleh penampilan dari Teezo Touchdown, Boy Harsher, dan Big Boy.
Usai perayaan tersebut, Turnstile telah mengumumkan akan melanjutkan rangkaian tur Eropa dan Inggris, membawa energi eksplosif dari “Never Enough” ke panggung internasional.
Ini akan menjadi momen krusial dalam menegaskan posisi Turnstile sebagai salah satu band paling berpengaruh di ranah punk kontemporer. (cor)
Editor : Andi Chorniawan