Jawa Pos Radar Madiun - Bukan TikTok namanya jika tidak melahirkan tren-tren musik yang meledak secara global.
Salah satu sound yang sedang menyapu jagat FYP adalah lagu berjudul Dame Un Grrr, dibawakan oleh duo musisi asal Eropa, Kate Linn dan Fantomel.
Lagu berbahasa Spanyol ini tengah viral bukan karena lirik romantis atau beat menggugah, melainkan karena keunikan dan kelucuannya yang bikin netizen ikut bergoyang—atau tertawa.
Potongan liriknya yang paling sering muncul di TikTok terdengar seperti candaan.
“Dame un grr (Un qué?), Un grr (Un qué, un qué?), Un grr (Un qué?), Un grr, Un grr, un grr, un grr, un grr (Un qué?)”
Artinya? Secara harfiah, “Beri aku ‘grr’,” dengan respons kocak “Un qué?” yang berarti “Apa tadi?”
Bagi pengguna TikTok, potongan ini bukan sekadar lirik, melainkan bahan konten multigaya.
Mulai dari video lipsync, tarian absurd, sampai ekspresi wajah dramatis, semuanya memanfaatkan beat dan ritme unik lagu ini.
Tak heran, Dame Un Grrr langsung menjadi sound pilihan jutaan pengguna dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Tren ini memperlihatkan bagaimana musik lintas bahasa dapat tetap populer asalkan punya daya tarik universal, entah dari beat, ekspresi, atau humor.
Lirik lagu ini memang sederhana, tapi daya viralnya luar biasa. Bahkan pengguna yang tak paham bahasa Spanyol sekalipun tetap ikut bersenang-senang, menjadikan Dame Un Grrr sebagai bagian dari budaya digital hari ini.
Lagu ini pertama kali dirilis di berbagai platform streaming, tapi pamornya justru melejit karena kreativitas pengguna TikTok.
Dalam beberapa pekan, lagu ini sukses menembus tren global, bahkan menjadi top sound di banyak negara.
Apakah tren ini akan bertahan lama? Mungkin tidak. Tapi untuk saat ini, “Un qué?” adalah salah satu kalimat paling ikonik di TikTok yang sulit dilupakan. (her)
Editor : Hengky Ristanto