Jawa Pos Radar Madiun – Malam di Stadion Principality, Cardiff, Jumat (4/7) waktu setempat, menjadi saksi sebuah momen yang menggugah jiwa.
Grup musik legendaris asal Manchester, Oasis, menggelar konser reuni pertama mereka setelah lebih dari satu dekade vakum dari dunia musik.
Namun, bukan hanya kemunculan kembali band ikonik yang menggetarkan hati puluhan ribu penonton.
Tapi, melainkan sebuah penghormatan emosional untuk Diogo Jota, pemain Liverpool yang baru saja wafat dalam kecelakaan mobil.
Ketika outro lagu “Live Forever” mengalun dengan tenang di akhir konser, layar raksasa di belakang panggung menampilkan gambar jersey Liverpool bernomor 20 milik Diogo Jota.
Penonton yang semula bergemuruh perlahan larut dalam keheningan penuh makna, sebelum suara tepuk tangan dan sorakan haru memenuhi stadion.
Momen itu bukan hanya menyatukan kenangan akan Jota dan kariernya yang gemilang di Liverpool.
Namun, juga menunjukkan betapa dalamnya hubungan antara musik dan sepak bola di budaya Inggris.
Liam dan Noel Gallagher, dua pentolan Oasis yang dikenal sebagai fans berat Manchester City, membuktikan bahwa penghormatan tulus tak mengenal warna klub.
Bagi para penggemar Oasis, aksi tersebut bukan sekadar simbol kembalinya band favorit mereka, tetapi juga pengingat bahwa musik bisa menjadi bahasa universal untuk berduka bersama.
Live Forever, lagu yang dirilis pada 1994, pun seakan menemukan makna baru malam itu: tentang cinta yang abadi, kehilangan, dan penghormatan. (her)
Editor : Hengky Ristanto