Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Band Hardcore Punk Jogja C.H.A.I.N Tancap Gas, EP Debutnya Penuh Amarah

Dani Erwanto • Jumat, 3 April 2026 | 11:32 WIB
Personel C.H.A.I.N. (instagram @breakthechain__)
Personel C.H.A.I.N. (instagram @breakthechain__)

Jawa Pos Radar Madiun - Dari denyut bawah tanah Jogjakarta, nama baru muncul dengan energi yang sulit diabaikan. 

C.H.A.I.N, yang dulunya bernama Cats Holic, hadir membawa amarah mentah dan semangat perlawanan melalui racikan musik hardcore dan D-beat yang cepat, padat, dan tanpa kompromi.

Lewat EP debut self-titled yang dirilis pada 15 November 2025, band ini langsung menancapkan identitasnya sebagai salah satu wajah baru di skena musik keras.

Baca Juga: Rilis EP “Change”, Meraung Sajikan Musik Indie Pop yang Personal dan Kontemplatif

Rilisan ini memuat lima track. Dua di antaranya terasa seperti serangan langsung tanpa jeda, menghadirkan dentuman energi yang konstan sejak awal hingga akhir.

EP tersebut juga dirilis dalam format fisik kaset pita oleh label independen Goneblind Records, menegaskan akar mereka yang kuat di kultur underground.

Ledakan Energi Tanpa Kompromi

Sejak detik pertama, C.H.A.I.N tidak memberikan ruang bernapas panjang. Riff gitar yang cepat, pukulan drum yang agresif, dan vokal yang dilontarkan seperti teriakan di garis depan menciptakan atmosfer yang intens dan penuh urgensi.

Baca Juga: Band Tough Love Tangsel Ubah Rasa Depresi ke Distorsi Skramz

Deskripsi mereka terhadap rilisan ini sebagai “seruan perang dari gang tergelap di negara bagian ini” terasa bukan sekadar metafora. 

Musik yang dihadirkan memang seperti ajakan untuk bergerak, melawan, dan bertahan di tengah tekanan realitas.

Pengaruh D-beat terdengar kuat melalui pola ritme repetitif yang menghantam, sementara akar hardcore memberikan struktur yang solid. Kombinasi ini menghasilkan suara yang kasar, kotor, dan tetap terarah.

Formasi Solid, Sound Lebih Tebal

Kekuatan C.H.A.I.N tidak hanya terletak pada energi, tetapi juga pada soliditas para personelnya. Formasi yang terdiri dari dua gitar memberi lapisan suara lebih tebal dan intens.

Kucul mengisi vokal dengan karakter kasar dan penuh tekanan, sementara Adit dan Falah di lini gitar membangun dinding suara yang agresif.

Baca Juga: Dari Album ke Film, Hindia Debut Jadi Eksekutif Produser Menari dengan Bayangan

Immanuel di bass menjaga fondasi tetap kokoh, dan Gadang di drum menjadi penggerak utama tempo cepat yang konsisten.

Kombinasi ini membuat keseluruhan sound terasa padat tanpa kehilangan arah.

Estetika Kasar yang Jujur

Secara estetika, C.H.A.I.N memilih pendekatan yang lugas tanpa polesan berlebih. Tidak ada upaya untuk terdengar ramah, justru kekuatan mereka muncul dari kekasaran itu sendiri.

Baca Juga: Rivalitas East Coast vs West Coast: Kisah Hip Hop yang Mengubah Sejarah Musik Rap Amerika Selamanya!

Lirik yang dihadirkan menjadi luapan emosi, penuh kemarahan dan refleksi terhadap realitas. Semua dibungkus dalam tempo tinggi yang menjadi ciri khas hardcore dan D-beat.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar bermain musik keras, tetapi juga membawa sikap dan pernyataan.

Skena Jogja yang Terus Bergerak

Kehadiran C.H.A.I.N menjadi bukti bahwa skena musik keras Yogyakarta terus melahirkan nama-nama baru dengan identitas kuat.

EP debut ini bukan hanya perkenalan, tetapi juga pernyataan bahwa mereka siap menjadi bagian dari gelombang baru yang lebih berani dan relevan.

Editor : Andi Chorniawan
#ep #C.H.A.I.N #band #Hardcore #jogjakarta