Jawa Pos Radar Madiun - Nama Ssslothhh menjadi salah satu yang menonjol di skena musik keras Indonesia, khususnya dalam wilayah atmospheric sludge dan post-metal.
Band asal Bandung yang terbentuk pada 2010 ini dikenal dengan karakter musik yang berat, lambat, dan sarat atmosfer gelap.
Sejak awal, mereka tidak sekadar menghadirkan musik keras, tetapi juga membangun lanskap suara yang emosional dan sinematik, terinspirasi dari band-band seperti Neurosis dan Cult of Luna.
Fase Awal
Perjalanan musikal Ssslothhh dimulai lewat EP Infinite Fracture pada 2012.
Baca Juga: Band Hardcore Baru Jogja C.H.A.I.N Tancap Gas, EP Debutnya Penuh Amarah
Rilisan ini menjadi fondasi identitas mereka dengan riff berat, tempo lambat, serta nuansa gelap yang kental.
Setahun berselang, mereka merilis album penuh pertama bertajuk Phenomenon (2013).
Album ini mempertegas posisi mereka di skena sludge dan doom metal Indonesia.
Pada fase ini, pendekatan musikal masih cenderung sederhana dengan komposisi repetitif namun hipnotik.
Kekuatan utama terletak pada atmosfer yang dibangun secara perlahan, tetapi mampu menghantam secara emosional.
Transisi
Setelah jeda rilisan, Ssslothhh kembali dengan single seperti “Pedestal” yang menjadi jembatan menuju fase baru.
Mereka juga merilis “Eulogy to the Passing” pada 2020 yang masuk dalam beberapa kompilasi underground.
Di periode ini, terjadi pergeseran signifikan. Struktur musik menjadi lebih kompleks, dengan layering gitar yang lebih tebal, perubahan tempo yang dinamis, serta pendekatan yang lebih progresif.
Baca Juga: Band Tough Love Tangsel Ubah Rasa Depresi ke Distorsi Skramz
Musik mereka tidak lagi sekadar berat, tetapi juga terasa lebih luas dan sinematik.
Puncak Eksplorasi
Eksplorasi musikal Ssslothhh mencapai titik penting melalui album kedua Celestial Verses, yang dirilis pada 19 Desember 2019 melalui Disaster Records.
Album ini memuat delapan track dengan pendekatan yang lebih matang.
Lagu seperti “March to the Phantom Phase” dan “Pedestal” menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi aransemen dan produksi.
Penggunaan dua gitar menciptakan lapisan suara yang lebih kaya, sementara dinamika tempo memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih intens dan imersif.
Album ini kerap dipuji karena mampu menghadirkan perjalanan atmosferik yang kuat, bukan sekadar kumpulan lagu.
Konsistensi dan Eksplorasi Berkelanjutan
Setelah Celestial Verses, Ssslothhh tetap aktif melalui berbagai proyek, termasuk sesi live kolaboratif dengan musisi eksperimental seperti Kuntari.
Mereka juga merilis ulang album tersebut dalam format vinyl pada 2023, menegaskan komitmen terhadap kualitas audio dan pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam.
Eksplorasi tidak berhenti pada rilisan studio. Berbagai format fisik dan kolaborasi menunjukkan bahwa mereka serius membangun identitas artistik yang kuat.
Editor : Andi Chorniawan