Jawa Pos Radar Madiun - Band asal Bandung, Beltigs, kembali meramaikan skena musik indie Indonesia lewat single terbaru berjudul Monochromatic yang dirilis pada 11 Februari 2026.
Rilisan ini menjadi kelanjutan perjalanan musikal Beltigs yang dikenal dengan karakter dreamy dan penuh emosi.
Sebelumnya, mereka telah merilis karya seperti Onishi Park, Akigawa, hingga EP Preserved Feelings yang memperlihatkan eksplorasi sound lembut namun berkarakter kuat.
Baca Juga: Firstrate Rilis Album “Passage of Time”, 9 Lagu tentang Cerita Perjalanan Hidup Anak Muda
Pendekatan Minimalis yang Lebih Dalam
Dalam Monochromatic, Beltigs memilih pendekatan yang lebih sederhana dari segi aransemen. Namun, justru di situlah kekuatan lagu ini terasa.
Nuansa ambient yang dominan, dipadukan dengan vokal lembut dan intim, menciptakan ruang emosional yang terasa personal bagi pendengar.
Baca Juga: Liburan Dirumah Rilis EP Inward, Eksplorasi Luka dan Sunyi dalam Setiap Lagu
Makna di Balik “Monochromatic”
Judul lagu ini bukan sekadar estetika, melainkan metafora tentang perasaan yang terfokus dalam satu spektrum.
Konsep tersebut menggambarkan kesendirian, keterbatasan perspektif, hingga dinamika hubungan yang kompleks namun terasa sunyi.
Lirik Reflektif
Beltigs tetap konsisten menghadirkan lirik yang melankolis dan reflektif.
Alih-alih mengandalkan hook yang catchy, mereka menempatkan atmosfer dan rasa sebagai elemen utama dalam membangun pengalaman mendengarkan.
Single Monochromatic kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming digital.
Respons pendengar pun mulai terlihat, terutama dari komunitas indie yang mengapresiasi pendekatan sederhana namun emosional yang ditawarkan Beltigs.
Editor : Andi Chorniawan