Jawa Pos Radar Madiun – Nama Ahmad Dhani kembali mencuri perhatian. Bukan lewat Dewa 19, melainkan lewat proyek lamanya yang sempat menghilang: Ahmad Band.
Setelah lebih dari dua dekade vakum, supergrup era 90-an ini kembali aktif dengan wajah baru dan pendekatan musik yang lebih segar.
Ahmad Band pertama kali muncul pada 1998, di tengah situasi Indonesia yang sedang memasuki era Reformasi 1998.
Baca Juga: Lokananta Bloc Solo Simpan Jejak Musik Indonesia dari Piringan Hitam ke Era Digital
Proyek ini awalnya merupakan eksperimen musikal Dhani di luar Dewa 19. Namun konsepnya berkembang menjadi kolaborasi lintas musisi papan atas.
Supergrup dengan Line-up Ikonik
Sejak awal, Ahmad Band memang dirancang sebagai supergrup.
Nama-nama besar seperti Andra Ramadhan, Pay Burman, Bongky Marcel, hingga Bimo Sulaksono menjadi bagian dari formasi awal.
Perpaduan ini menghasilkan warna musik rock yang lebih keras, dipenuhi nuansa grunge dan kritik sosial yang tajam.
Album Ikonik yang Tak Terlupakan
Pada tahun yang sama, mereka merilis album Ideologi Sikap Otak.
Album ini memuat 11 lagu dengan tema kuat—dari sosial hingga spiritual. Lagu seperti “Distorsi” dan “Aku Cinta Kau dan Dia” menjadi bagian penting dari sejarah musik Indonesia.
Hilang Lama, Kini Kembali
Setelah 1999, Ahmad Band menghilang dari industri musik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Musik Instrumental, In Inertia Suguhkan Emosi Mendalam di Album To Whom It May Concern
Ahmad Dhani kembali fokus ke Dewa 19 dan proyek lain seperti TRIAD serta Mahadewa.
Namun sejak 2021, band ini kembali dihidupkan dengan formasi baru.
Formasi Baru, Energi Baru
Reuni ini tetap mempertahankan Dhani dan Andra Ramadhan sebagai poros utama.
Mereka kini ditemani musisi lintas generasi seperti Thomas Ramdhan, Yoyo Prasetyo, Stephan Santoso, dan Ikmal Tobing.
Perpaduan ini menghadirkan energi baru tanpa meninggalkan karakter lama.
Nostalgia yang Berevolusi
Kembalinya Ahmad Band bukan sekadar mengulang masa lalu.
Supergrup ini kini tampil sebagai ruang eksplorasi baru bagi Ahmad Dhani, sekaligus bukti bahwa musik rock era 90-an masih memiliki tempat kuat di industri saat ini.
Ahmad Band tidak hanya hidup kembali, tetapi juga berevolusi—membawa semangat lama dengan perspektif baru yang lebih relevan.
Editor : Andi Chorniawan