Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Beeswax Comeback dengan Album Self-Titled, Hadirkan Versi Dewasa dari Lagu Lama

Dani Erwanto • Minggu, 12 April 2026 | 15:20 WIB
Personel Beeswax. (Instagram @beeswaxtheband)
Personel Beeswax. (Instagram @beeswaxtheband)

Jawa Pos Radar Madiun - Setelah lebih dari satu dekade berkiprah di dunia musik independen, Beeswax membuka babak baru lewat perilisan album self-titled.

Album yang rilis 10 April 2026 ini bukan sekadar penanda usia karier, melainkan pernyataan artistik yang merangkum perjalanan panjang mereka sebagai trio emo asal Malang.

Alih-alih merilis kompilasi atau album retrospektif biasa, Beeswax memilih pendekatan berbeda. 

Mereka mengolah kembali materi-materi lama dengan sentuhan yang lebih matang, jujur, dan emosional.

Baca Juga: Bukan Sekadar Musik Instrumental, In Inertia Suguhkan Emosi Mendalam di Album To Whom It May Concern

Lagu-lagu yang sebelumnya lahir dari keresahan masa muda kini dibingkai ulang dengan perspektif yang lebih dewasa.

Namun, karakter emosional yang menjadi identitas Beeswax tetap dipertahankan.

Pendekatan ini membuat album terasa seperti dialog antara masa lalu dan masa kini—bukan sekadar nostalgia, tetapi juga proses memahami perjalanan diri.

16 Lagu Jadi Jembatan Masa Lalu dan Kini

Album “Beeswax” memuat 16 track yang merepresentasikan fase perjalanan musikal mereka, mulai dari era “First Step” hingga “Growing Up Late”.

Setiap lagu menghadirkan interpretasi baru tanpa menghapus jejak lama. Beeswax justru mempertegas bahwa waktu bukan untuk meninggalkan masa lalu, tetapi untuk memaknainya kembali.

Kolaborasi dengan Dochi Sadega

Bersamaan dengan perilisan album, Beeswax juga merilis focus track berjudul “The Most Pathetic One on Planet”. 

Lagu ini semakin menarik dengan kehadiran Dochi Sadega sebagai kolaborator.

Baca Juga: Trio Tiresome Rilis Umbra//Ursula, Beri Suntikan Pop di Musik Bising

Sentuhan vokal dan karakter musik Dochi memberikan warna baru sekaligus memperluas spektrum emosional album.

Evolusi tanpa Meninggalkan Akar

Memasuki usia ke-12, Beeswax menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu. Justru, memahami kembali akar dan alasan awal berkarya menjadi bagian penting dari evolusi mereka.

Album ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan kejujuran emosional masih menjadi kekuatan utama Beeswax di tengah perubahan skena musik independen.

Editor : Andi Chorniawan
#Malang #band #lagu #album #beeswax