Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Marryanne Hadirkan Kebisingan Patah Hati melalui Maxi-Single Feel the Pain

Dani Erwanto • Rabu, 15 April 2026 | 13:09 WIB
Personel Marryanne. (Instagram marryanne_____)
Personel Marryanne. (Instagram marryanne_____)

Jawa Pos Radar Madiun - Ada fase dalam musik ketika suara tidak lagi berfungsi sebagai pelarian.

Namun justru jadi ruang untuk menghadapi sesuatu yang belum selesai. Di titik itu, Marryanne kembali muncul.

Setelah jeda yang cukup panjang sejak EP Into the Void, unit shoegaze/alternative asal Cirebon ini merilis maxi-single Feel the Pain pada 27 Februari 2026.

Baca Juga: Ssslothhh Makin Eksperimental, Ini Perjalanan Musikalitas Band Post Metal Bandung

Bukan comeback yang riuh, melainkan langkah pelan dengan intensitas yang terasa lebih dalam—dan lebih gelap. 

Fase Baru yang Lebih Personal

Rilisan ini datang sekitar satu setengah tahun setelah materi terakhir mereka. Waktu yang cukup untuk mengendapkan banyak hal—dan itu terasa di dua lagu yang mereka bawa.

Feel the Pain bukan sekadar lanjutan dari identitas lama Marryanne. Ia terdengar seperti fase berikutnya, di mana emosi tidak lagi dibungkus rapi, tapi dibiarkan terbuka.

Baca Juga: Maxi Single Tender Bawa Telly Blue Kian Dewasa dan Liar

Sound mereka tetap atmosferik, tapi kini terasa lebih padat, lebih menekan, seolah tidak memberi ruang untuk bernapas terlalu lama.

Dua Lagu, Satu Garis Emosi

Maxi-single ini hanya berisi dua track—“Feel The Pain” dan “Forfeit”. Tapi alih-alih terasa minimal, keduanya justru bekerja seperti satu cerita yang utuh.

“Feel The Pain” berdiri sebagai titik ledakan. Lagu ini bergerak di wilayah amarah—bukan yang meledak ke luar, tapi yang berputar di dalam kepala.

Distorsi gitar yang tebal tidak hanya jadi latar, melainkan seperti dinding yang terus mendekat, menekan, dan membuat ruang terasa sempit.

Di sisi lain, “Forfeit” hadir sebagai aftermath. Ketika semua yang meledak mulai mereda, yang tersisa bukan kelegaan, melainkan kekosongan.

Lagu ini bergerak lebih pelan, lebih intim, dan terasa jauh lebih rapuh. Tidak ada lagi energi yang meluap—yang ada justru sisa-sisa emosi yang belum benar-benar selesai.

Editor : Andi Chorniawan
#Marryanne #feel the pan #musik #single