Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Contemporary Art "Tampar" Emosi Pendengar dengan Lagu Memento dan A Ghost’s Bitterness in Its Charming Home

Dani Erwanto • Rabu, 15 April 2026 | 16:37 WIB
Band Contemporary Art. (Instagram @carttheband)
Band Contemporary Art. (Instagram @carttheband)

Jawa Pos Radar Madiun – Tidak semua rilisan musik datang untuk sekadar didengar.

Ada yang memang sengaja diciptakan untuk mengganggu, mengaduk, lalu meninggalkan jejak di kepala. Itu yang terasa dari materi terbaru milik band Contemporary Art.

Band asal Jakarta ini kembali dengan dua maxi single yang dirilis lewat Kinetik Records untuk distribusi digital, serta Outta Sight Records di Bandcamp. 

Langkah ini bukan sekadar rilis biasa, melainkan penegasan arah mereka yang semakin dalam di wilayah eksperimental.

Baca Juga: Marryanne Hadirkan Kebisingan Patah Hati melalui Maxi-Single Feel the Pain

Dua Lagu, Dua Sisi Emosi  

Dua track yang dilepas “Memento” dan “A Ghost’s Bitterness in Its Charming Home” terasa seperti dua fragmen dari satu kondisi mental yang sama.

Penuh tekanan, penuh sisa ingatan, dan tidak pernah benar-benar selesai.

“Memento” bergerak dengan tensi tinggi. Distorsi yang kasar terasa seperti dorongan emosi yang ditahan terlalu lama, lalu pecah tanpa aba-aba.

Sementara itu, “A Ghost’s Bitterness in Its Charming Home” melambat, tapi bukan berarti mereda.

Justru di sana, rasa getirnya lebih terasa—seperti luka yang sudah lama ada, tapi belum sempat sembuh.

Eksplorasi Sonik Contemporary Art

Secara musikal, Contemporary Art tidak bermain aman. Mereka meramu lapisan noise, distorsi, dan atmosfer gelap menjadi sesuatu yang tetap punya bentuk. Tidak liar tanpa arah, tapi juga tidak tunduk pada struktur konvensional.

Pendekatan ini membuat musik mereka terasa padat, intens, dan menuntut perhatian penuh. 

Ini bukan jenis lagu yang bisa diputar sambil lalu. Setiap detik seperti mengajak pendengar masuk lebih dalam ke ruang yang sempit dan penuh gema.

Bukan Sekadar Rilisan, Tapi Pengalaman

Maxi-single ini lahir dari refleksi yang tidak sederhana—tentang kekecewaan, memori yang terus membayangi, hingga emosi sehari-hari yang sering tidak terucap.

Baca Juga: Endless Suffering yang Melankolis dan Emosional, Leeds Padukan Musik Alternatif dengan Midwest Emo

Semua itu diterjemahkan menjadi suara yang terasa personal, bahkan nyaris tidak nyaman.

Dirilis pada 7 Maret 2025, dua lagu ini sudah bisa diakses melalui kanal resmi mereka.

Namun, lebih dari sekadar tanggal rilis, yang ditawarkan Contemporary Art adalah pengalaman: mendengar sekaligus merasakan.

Bagi yang siap, ini adalah perjalanan ke dalam kepala sendiri. Bagi yang tidak, mungkin ini akan terasa terlalu dekat.

Editor : Andi Chorniawan
#maxi single #Contemporary Art #jakarta #band