Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Album IV: Anastasis Bukti Seringai Belum Habis, 12 Lagu Heavy Rock Penuh Energi dan Lirik Menggigit

Dani Erwanto • Kamis, 16 April 2026 | 18:03 WIB
Personel Seringai. (Instagram @seringai_official)
Personel Seringai. (Instagram @seringai_official)

Jawa Pos Radar Madiun – Delapan tahun tanpa album penuh bukan waktu yang sebentar.

Tapi Seringai tidak kembali untuk sekadar mengulang masa lalu. IV: Anastasis justru terdengar seperti sesuatu yang belum selesai—dan akhirnya dituntaskan.

Dirilis 16 April 2026, album ini datang dengan beban sekaligus tujuan: merayakan, merawat, dan melanjutkan.

Album yang Lahir dari Kehilangan

Makna “Anastasis”—kebangkitan—bukan sekadar judul. Ia terasa di seluruh album. Terutama karena sebagian besar materi dikerjakan bersama mendiang Ricky Siahaan sebelum kepergiannya pada 2025.

Baca Juga: Bukan Sekadar Musik Instrumental, In Inertia Suguhkan Emosi Mendalam di Album To Whom It May Concern

Kehilangan itu nyata, tapi tidak dijadikan alasan berhenti. Arian13, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod memilih melanjutkan apa yang sudah dibangun.

Masuknya Angga Kusuma sebagai gitaris tambahan bukan untuk mengganti, tapi menyambung—mengisi ruang yang tersisa tanpa menghapus jejak yang ada.

Setengah Masa Lalu, Setengah Masa Depan

Dari total 12 lagu, sebelas di antaranya lahir saat Ricky masih terlibat penuh. Satu lagu terakhir menjadi titik berbeda—ruang baru tanpa dirinya.

Itu membuat IV: Anastasis terasa seperti garis pemisah. Tidak benar-benar menutup masa lalu, tapi juga tidak terjebak di sana.

Heavy Rock yang Tidak Kehilangan Taring

Secara musikal, Seringai tidak berubah arah. Riff tetap tebal, tempo agresif, dan lirik masih menggigit.

Tapi ada sesuatu yang bergeser—emosinya lebih terasa. Tidak sekadar marah, tapi juga reflektif.

Baca Juga: Bukan Metal Biasa! Ephemeral Passage Jadi Eksperimen Gelap Avhath x Kuntari

Track seperti “Sejati” dan “Senarai Feses” menjaga energi liar mereka tetap hidup.

Sementara “Akar”, satu-satunya lagu instrumental dengan permainan langsung Ricky, terasa paling personal—hening tapi menghantam.

Di sisi lain, “Tirani Lagi” berdiri sebagai penutup sekaligus awal. Lagu pertama yang sepenuhnya lahir tanpa Ricky, dan itu terasa—bukan sebagai kekurangan, tapi sebagai pernyataan.

Editor : Andi Chorniawan
#anastasis #seringai #lagu #album