Jawa Pos Radar Madiun – Perubahan arah musik bukan hal baru di industri global, tetapi yang dilakukan Post Malone terbilang jarang terjadi.
Musisi yang selama ini identik dengan hip-hop dan pop justru melangkah jauh, meninggalkan zona nyamannya dan bertransformasi menjadi figur baru di genre country.
Peralihan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, Post Malone menunjukkan sinyal kuat bahwa ia tengah bergerak menuju identitas musikal yang berbeda.
Awal Mula Perubahan
Tanda-tanda pergeseran mulai terlihat sejak 2023. Post Malone perlahan terlibat dalam proyek bernuansa country dan mulai aktif berada di Nashville, pusat industri musik country Amerika Serikat.
Baca Juga: Marak Event Musik Tipu-Tipu, Ini Cara Aman Beli Tiket Konser
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa ketertarikannya terhadap genre ini bukan sekadar eksperimen sesaat.
Ia secara terbuka menyampaikan bahwa eksplorasi musik tidak memiliki batas, dan country menjadi ruang baru yang ingin ia dalami secara serius.
Puncak Transformasi Lewat Album F-1 Trillion
Perubahan arah itu mencapai titik paling jelas saat ia merilis album F-1 Trillion pada 2024.
Proyek ini sepenuhnya mengusung warna country modern, dipadukan dengan sentuhan pop dan rock ringan yang tetap mudah diterima.
Kehadiran kolaborator besar seperti Morgan Wallen, Luke Combs, hingga Dolly Parton semakin menguatkan posisi album ini sebagai pernyataan serius, bukan sekadar percobaan genre.
Lagu-lagu di dalamnya memperlihatkan bahwa Post Malone tidak hanya masuk ke dunia country, tetapi berusaha menjadi bagian dari ekosistemnya.
Perubahan Identitas Musik
Transformasi ini bukan hanya terlihat dari genre, tetapi juga dari pendekatan musikal yang berubah secara menyeluruh.
Post Malone kini meninggalkan elemen-elemen khas hip-hop seperti beat trap dominan dan autotune berlapis, lalu beralih ke pendekatan yang lebih organik.
Musiknya dipenuhi instrumen akustik, aransemen yang lebih hangat, serta tema yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini menghadirkan sisi baru yang terasa lebih intim, sekaligus membuka ruang bagi audiens yang sebelumnya tidak tersentuh oleh karya-karyanya.
Editor : Andi Chorniawan