Jawa Pos Radar Madiun – Di skena musik indie Indonesia, muncul fenomena yang semakin kuat: satu musisi tidak lagi terikat pada satu band saja.
Mereka justru aktif di beberapa proyek sekaligus, masing-masing dengan karakter, genre, dan identitas yang berbeda.
Fenomena ini bukan sekadar produktivitas, melainkan bentuk eksplorasi kreatif. Satu proyek menjadi ruang untuk kritik sosial, proyek lain untuk ekspresi personal, dan sisanya menjadi medium eksperimen musikal.
1. Baskara Putra
Nama Baskara Putra menjadi contoh paling menonjol.
Baca Juga: Decemberism Suguhkan A Summer Bluer, Cerita tentang Perpisahan dan Berdamai dengan Kenangan
Lewat .Feast, ia menghadirkan energi rock dengan lirik sosial-politik yang tajam. Sementara di Hindia, ia tampil lebih personal, membahas kegelisahan hidup dan refleksi diri.
Berbeda lagi dengan Lomba Sihir yang lebih kolektif dan eksploratif, menunjukkan sisi pop alternatif yang lebih luas.
2. Saleh Husein (Ale)
Saleh Husein atau Ale aktif di dua band dengan warna yang kontras.
Di The Adams, ia membawa energi indie rock yang kuat. Sementara bersama White Shoes & The Couples Company, ia mengeksplorasi nuansa jazz, pop klasik, dan estetika retro.
3. Rekti Yoewono
Rekti Yoewono dikenal lewat The S.I.G.I.T yang menghadirkan garage rock penuh energi.
Namun lewat Mooner, ia menampilkan sisi yang lebih bebas dan eksperimental, jauh dari struktur band utamanya.
Baca Juga: Dari Rap ke Country, Post Malone Ubah Identitas Musik Lewat Album F-1 Trillion
4. Jimi Multhazam
Jimi Multhazam menunjukkan perjalanan musikal yang menarik.
Ia dikenal melalui The Upstairs dengan nuansa synth dan new wave, lalu beralih ke Morfem yang lebih mentah dan agresif.
5. Coki
John Paul Patton atau Coki aktif di dua proyek dengan spektrum berbeda.
Di Kelompok Penerbang Roket, ia menghadirkan blues rock dan hard rock klasik. Sedangkan di ALI, ia mengeksplorasi groove funk dan soul modern.
6. Farid Stevy
Farid Stevy Asta dikenal sebagai motor kreatif di FSTVLST dengan lirik puitis dan kritik sosial.
Sementara lewat proyek Jenny, ia menampilkan pendekatan musikal yang lebih eksploratif dan berbeda dari band utamanya.
Editor : Andi Chorniawan