Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

"Where Do I Go Now?" Lagu Nineincident yang Mengajak Pendengar Terjebak Masa Lalu untuk Move On

Dani Erwanto • Selasa, 21 April 2026 | 09:55 WIB
Band Nineincident. (Instagram @nineincident)
Band Nineincident. (Instagram @nineincident)

Jawa Pos Radar Madiun – Band rock alternative asal Sukabumi, Nineincident, merilis single Where Do I Go Now?, 10 April lalu. 

Lagu ini menjadi rilisan keempat sekaligus penanda fase baru perjalanan mereka di tahun ketiga sejak terbentuk pada 2023.

Single tersebut sudah tersedia dalam format audio dan dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.

Nineincident kini tampil dengan formasi terbaru yang terdiri dari Jihan (vokal), Gilang (gitar), Galih (bass), dan Fajar (drum).

Baca Juga: Brokenheart’s Playlist EP Debut Statelines, Lima Lagu Lembut Pengurai Luka

Dalam proses kreatifnya, lagu ini ditulis oleh Jihan dan Fajar, yang juga menjadi motor utama dalam pengembangan identitas musikal band.

Untuk memperkuat kualitas produksi, Nineincident menggandeng Muhammad Jamil Hasyani serta Ryan Hafiez dalam proses pengolahan suara dan aransemen, sehingga pesan emosional lagu dapat tersampaikan secara lebih presisi.

Cerita Lagu: Pergulatan, Keraguan, dan Masa Lalu

Where Do I Go Now? mengangkat tema pergulatan batin seseorang yang terjebak dalam masa lalu.

Rasa sakit yang belum selesai membuat tokoh dalam lagu ini berada di titik kebingungan—antara melangkah maju atau tetap bertahan dalam luka.

Lirik kunci seperti “Should I fight or should I drown? Should I stay or fade away?” menjadi representasi dilema emosional yang dialami banyak orang, terutama dalam menghadapi fase sulit kehidupan.

Musik yang Semakin Matang

Secara musikal, Nineincident tetap berada di jalur rock alternative dengan pendekatan emosional yang kuat.

Namun, pada single ini, mereka mulai menunjukkan kedewasaan dalam eksplorasi sound—lebih atmosferik, jujur, dan fokus pada penyampaian rasa.

Lagu ini tidak hanya menjadi karya baru, tetapi juga cerminan perkembangan identitas band yang semakin solid di skena musik independen Indonesia.

Editor : Andi Chorniawan
#Nineincident #rock alternative #lagu #Sukabumi