Jawa Pos Radar Madiun - 88rising adalah perusahaan media, manajemen, sekaligus label rekaman asal Amerika Serikat yang fokus mempromosikan artis Asia dan Asia-Amerika ke panggung global.
Didirikan pada 2015 oleh Sean Miyashiro bersama Jaeson Ma, 88rising hadir dengan visi menjembatani talenta Asia agar bisa dikenal di industri musik internasional yang selama ini didominasi Barat.
Awal Berdiri: Dari CXSHXNLY ke 88rising
Sebelum dikenal luas, 88rising awalnya bernama CXSHXNLY (Cash Only). Pada fase awal, mereka berfokus mencari dan mengelola artis yang viral di internet, terutama dari platform seperti YouTube dan SoundCloud.
Perubahan nama menjadi 88rising pada 2016 menjadi titik penting. Sejak saat itu, mereka aktif mengunggah konten musik di YouTube yang kemudian menjadi pintu masuk bagi banyak musisi Asia untuk dikenal secara global.
Salah satu kekuatan utama 88rising terletak pada strategi digital. Lewat YouTube, mereka berhasil memperkenalkan sejumlah artis yang kemudian mendunia, seperti Rich Brian, Joji, dan Higher Brothers.
Nama Rich Brian menjadi sangat penting, terutama bagi Indonesia, karena sukses membuka jalan bagi musisi Asia Tenggara untuk menembus pasar global.
Misi: Membawa Identitas Asia ke Dunia
88rising bukan hanya label musik, tetapi juga platform budaya. Mereka mengusung misi untuk mengangkat identitas Asia dalam industri global, memberi ruang bagi musisi imigran, serta menciptakan karya lintas budaya yang relevan secara internasional.
Pendekatan ini membuat 88rising berbeda dari label konvensional, karena tidak hanya fokus pada musik, tetapi juga representasi budaya.
Baca Juga: Naura Ayu Rilis “Terima Kasih”, Lagu Penuh Kenangan untuk Masa Sekolah
Deretan Artis 88rising yang Mendunia
Seiring waktu, 88rising menaungi banyak artis yang sukses di pasar global. Beberapa di antaranya adalah NIKI, Jackson Wang, BIBI, Warren Hue, Joji, Stephanie Poetri hingga No Na.
Kehadiran No Na menunjukkan bahwa 88rising terus membuka peluang bagi generasi baru artis Asia, termasuk dari Indonesia, untuk tampil di panggung global.
Head in the Clouds: Festival Global 88rising
Selain label musik, 88rising juga dikenal lewat festival Head in the Clouds.
Festival ini menjadi simbol kebangkitan budaya Asia di industri musik dunia, dengan menghadirkan artis lintas negara, penonton internasional, serta perpaduan musik dan seni dalam satu panggung besar.
Event ini memperkuat posisi 88rising sebagai jembatan budaya antara Timur dan Barat.
Kekuatan 88rising di Industri Musik Global
Dalam waktu kurang dari satu dekade, 88rising berkembang menjadi kekuatan penting di industri musik global.
Keberhasilan tersebut didukung oleh strategi digital yang kuat, fokus pada identitas budaya, kemampuan menemukan talenta baru, serta jaringan global yang luas.
Kehadiran 88rising menjadi simbol perubahan dalam industri musik global yang kini semakin inklusif.
Jika sebelumnya artis Asia sulit menembus pasar internasional, kini mereka justru menjadi bagian dari arus utama—dan 88rising berada di garis depan perubahan tersebut.
Perjalanan 88rising dari kanal YouTube hingga menjadi label global menunjukkan bagaimana kekuatan digital mampu mengubah industri musik.
Dengan menghadirkan artis seperti Rich Brian, NIKI, hingga No Na ke panggung dunia, 88rising tidak hanya menciptakan bintang, tetapi juga membuka jalan bagi generasi baru musisi Asia untuk dikenal secara global.
Editor : Dwita Ikhtiananda