Jawa Pos Radar Madiun – Album Melodi dari Skandal merangkum perjalanan panjang, emosi yang mengendap, dan fase hidup yang terus berubah dalam satu paket.
Album berisi 12 lagu ini terasa seperti catatan harian yang diolah menjadi musik jujur, sederhana, tapi mengena.
Sejak trek awal, Melodi langsung memperlihatkan arah musikal yang jelas. Skandal menggabungkan warna indie rock dengan sentuhan slowcore dan powerpop, membangun suasana yang mengalir tanpa terasa dipaksakan.
Nuansa 90-an hingga awal 2000-an terasa kental, namun tidak jatuh menjadi repetisi. Justru di situlah kekuatannya: nostalgia yang diolah ulang dengan pendekatan yang lebih segar.
Baca Juga: Cherry Bombshell Pertemukan Pendengar Lama dengan Generasi Baru lewat Single Kecewa
Aransemen dalam album ini cenderung lugas. Gitar-gitar yang dominan, ritme yang tidak berlebihan, serta dinamika yang naik turun dengan natural membuat setiap lagu terasa hidup.
Skandal tidak mencoba tampil terlalu kompleks, tetapi memilih jujur pada rasa—dan itu yang membuat Melodi mudah diterima.
Lirik Personal, Emosi yang Dekat
Kekuatan utama Melodi bukan hanya pada musik, tetapi juga pada liriknya. Skandal banyak mengangkat pengalaman personal yang terasa dekat dengan keseharian.
Tema tentang kehilangan, harapan, hingga fase pendewasaan dibalut dalam kalimat yang sederhana namun kuat.
Pendekatan ini membuat album terasa intim. Pendengar seperti diajak masuk ke ruang personal band, mengikuti perjalanan emosi yang tidak selalu stabil, namun terasa nyata.
Jembatan Lama dan Baru
Menariknya, Melodi tidak sepenuhnya berisi materi baru. Enam lagu yang sudah lebih dulu dirilis seperti “Percuma”, “Lemon” (feat. Amelia Vindy), “Dengar”, “Mimpi”, “Utara”, dan “Sudah” tetap dipertahankan.
Alih-alih terasa repetitif, kehadiran lagu-lagu lama ini justru menjadi jembatan yang menghubungkan pendengar lama dengan fase baru Skandal.
Lagu-lagu tersebut seperti fondasi yang memperkuat narasi album secara keseluruhan.
Di sisi lain, Skandal juga memberikan sentuhan baru. Lagu “Terbang” hadir dengan aransemen yang diperbarui—tempo lebih cepat dan energi yang berbeda dari versi sebelumnya, memberi warna segar di tengah album.
Eksplorasi dan Kolaborasi
Eksplorasi musikal Skandal juga terlihat lewat kolaborasi. Lagu “Sakarin” menjadi salah satu momen paling menonjol dengan nuansa pop yang lebih kuat.
Vokal Clara Friska Adinda (White Chorus) berpadu dengan permainan keyboard Ignatius Dimas (Pleasure Seekers), menghadirkan dimensi baru dalam album ini.
Kolaborasi ini tidak terasa tempelan, melainkan bagian organik dari eksplorasi yang mereka lakukan.
Album perdana Skandal, Melodi, resmi dirilis pada 23 Oktober 2024 melalui label Disaster Records, Bandung.
Editor : Andi Chorniawan