Jawa Pos Radar Madiun – Nama 91 Baker wajib masuk radar penikmat musik hardcore yang nggak banyak basa-basi.
Datang dari Madiun, mereka bawa satu hal yang jelas: energi mentah yang langsung ngegas tanpa kompromi.
Sejak muncul di 2022, 91 Baker nggak butuh waktu lama buat bikin orang nengok.
Sound mereka padat, kasar, dan intens. Tipikal hardcore yang bikin kepala auto goyang.
Baca Juga: Eksplorasi Rasa Themilo dengan Pure Saturday, Kolaborasi Bawakan Lagu Tangguh
Line Up Solid, Sound Nendang
Band ini diisi Alvendo (vokal), Rizky (drum), Dewa dan Dicky (gitar), serta Alvian (bass). Formasi ini bikin warna musik mereka terdengar tebal dan berisi.
Influence mereka juga nggak main-main—mulai dari Irate NYC, Shattered Realm, sampai Denied.
Tapi yang menarik, 91 Baker tetap punya “rasa” sendiri. Nggak sekadar ngikutin, tapi juga nge-shape identitas mereka sendiri.
Debut Singkat, Tapi Ngena
91 Baker mulai ngenalin diri lewat EP Last Breath (2023). Isinya cuma dua lagu, tapi cukup buat nunjukin siapa mereka.
Nggak ribet, nggak panjang-panjang—langsung hajar dari awal sampai akhir.
Naik Level di Mini Album
Masuk 2025, mereka drop mini album The Whispers of War. Di sini mulai keliatan kalau 91 Baker nggak cuma soal keras-kerasan.
Komposisinya lebih matang, nuansanya lebih gelap, dan ada sisi reflektif yang mulai muncul. Jadi bukan cuma bikin panas, tapi juga ada “isi” di baliknya.
Hardcore Madiun Lagi Panas
Dengan konsistensi dan vibe DIY yang kuat, 91 Baker sekarang jadi salah satu wajah baru hardcore di Madiun.
Nggak banyak gimmick, nggak cari aman. Mereka cuma fokus bikin musik yang jujur dan keras.
Editor : Andi Chorniawan