Jawa Pos Radar Madiun - Band asal Bandung, Scalopoly, mencuri perhatian lewat single debut berjudul “Sailing”.
Bukan sekadar perkenalan, lagu ini menjadi penanda arah musikal yang kuat sekaligus menunjukkan identitas.
Terbentuk pada akhir 2024, Scalopoly tampil sebagai wajah baru yang segar, sekaligus membawa semangat keberanian musisi perempuan dalam mengambil ruang berekspresi.
Formasi Solid dengan Chemistry Kuat
Scalopoly digawangi oleh lima personel cantik. Shaumil Kamilia (vokal, synthesizer), Puteri Ayesha (vokal, gitar), Zahrina Ayu (gitar), Nafisa Almira (bass), dan Hasya Shahab (drum).
Baca Juga: Badrun Rilis Single Timmy, Lagu Debut yang Lahir dari 298 Draf Rhythm dan Dua Tahun Penundaan
Kekuatan utama mereka terletak pada chemistry yang terasa organik. Hal ini tercermin dalam aransemen yang rapi, namun tetap emosional dan hidup.
Perpaduan Dream Pop dan Indie Rock
Melalui “Sailing”, Scalopoly menghadirkan kombinasi sound dream pop yang dinamis dengan energi indie rock yang kuat.
Lapisan vokal yang saling mengisi, dipadukan dengan permainan gitar melodius dan synthesizer yang mengawang, menciptakan atmosfer yang terasa megah sekaligus intim.
Cerita Cinta dan Mimpi dari Perspektif Perempuan
Secara tematik, lagu ini mengangkat kisah cinta dan mimpi dari sudut pandang perempuan.
Lirik yang ditulis Shaumil Kamilia terinspirasi dari pendekatan emosional ala Melody’s Echo Chamber, namun tetap diolah menjadi narasi yang personal dan relevan dengan pengalaman masa kini.
Awal dari Perjalanan Lebih Besar
Proses kreatif “Sailing” sudah dimulai sejak awal 2025, menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun karya sejak awal.
Kini, lagu tersebut sudah tersedia di berbagai platform digital dan akan menjadi bagian dari EP debut Scalopoly yang dijadwalkan rilis pada triwulan kedua 2026.
Kehadiran Scalopoly menegaskan bahwa skena musik lokal terus berkembang, dengan munculnya talenta baru yang berani tampil berbeda dan memiliki karakter kuat.
Editor : Andi Chorniawan