Jawa Pos Radar Madiun - Lebih dari dua dekade bertahan di tengah keras dan dinamisnya industri musik bukan perjalanan yang mudah.
Namun Rosemary membuktikan konsistensi dan semangat bermusik mampu membuat mereka tetap relevan hingga hari ini.
Lewat album keempat bertajuk “Simple Comedy”, Rosemary menghadirkan sudut pandang yang lebih dewasa dalam memaknai hidup.
Jika pada karya sebelumnya identik dengan amarah, energi pemberontakan, dan ledakan emosi, kali ini mereka memilih berbicara tentang cara manusia bertahan di tengah kekacauan hidup.
Album berisi delapan lagu ini banyak bercerita tentang proses menerima keadaan, menertawakan ironi, hingga terus melangkah meski hidup tidak selalu berjalan baik-baik saja.
Nuansa reflektif terasa kuat, tetapi tetap dibalut energi khas punk yang selama ini melekat pada Rosemary.
Delapan lagu di Simple Comedy meliputi Reclaim the Streets, Idol Boy, Future, Bad Life, Sunny Day, Land of War, The Star, dan Rollercoaster.
Nuansa Skate-Punk Era 90-an Masih Terasa Kuat
Secara musikal, “Simple Comedy” tetap membawa identitas skate-punk era 90-an yang sudah lama menjadi ciri khas Rosemary.
Dentuman ritme cepat, riff gitar agresif, dan energi menghentak masih terasa dominan di sepanjang album.
Meski begitu, album ini hadir dengan kualitas produksi yang lebih matang dan modern. Aransemen terdengar lebih tajam tanpa menghilangkan karakter autentik yang selama ini menjadi kekuatan utama Rosemary.
Perpaduan tersebut membuat “Simple Comedy” tetap terasa liar dan energik, namun memiliki kedalaman emosional yang lebih kuat dibanding karya-karya sebelumnya.
Refleksi Perjalanan Panjang Sebuah Band
Di balik lagu-lagu yang keras dan menghentak, “Simple Comedy” menyimpan banyak cerita tentang perjalanan panjang sebuah band yang telah melewati berbagai fase kehidupan.
Mulai dari keras kepala, kegagalan, jatuh bangun, hingga tawa yang lahir dari situasi sulit, semuanya terasa dituangkan secara jujur dalam album ini.
Baca Juga: Eksplorasi Rasa Themilo dengan Pure Saturday, Kolaborasi Bawakan Lagu Tangguh
Rosemary seperti sedang merangkum perjalanan hidup mereka sendiri dalam balutan musik punk yang tetap menyenangkan untuk didengar.
Album ini juga menunjukkan bagaimana sebuah band bisa tumbuh tanpa kehilangan identitas.
Rosemary tetap terdengar agresif, tetapi kini lebih tenang dalam menyampaikan keresahan dan pengalaman hidup.
Menertawakan Kekacauan Hidup
Lewat “Simple Comedy”, Rosemary mencoba menyampaikan bahwa hidup memang sering terasa kacau, melelahkan, bahkan tragis.
Namun di balik semua itu, selalu ada cara untuk membuat semuanya terasa sedikit lebih ringan.
Salah satunya dengan belajar menertawakan ironi kehidupan dan menerima bahwa tidak semua hal berjalan sesuai harapan. Pesan itulah yang terasa kuat mengalir sepanjang album ini.
Editor : Andi Chorniawan