Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Black Corollas Ramu Nuansa Deftones dan Slowdive di Single Perdana Car Ashtray, Jadi Perkenalan Menjanjikan di Skena Indie

Dani Erwanto • Senin, 18 Mei 2026 | 15:46 WIB
Trio shoegaze asal Bandung, Black Corollas, dihuni Arman (gitar, vokal), Bunga (bass), dan Rendy (drum, vokal).
Trio shoegaze asal Bandung, Black Corollas, dihuni Arman (gitar, vokal), Bunga (bass), dan Rendy (drum, vokal).

Jawa Pos Radar Madiun - Band baru asal Bandung, Black Corollas, resmi membuka langkah mereka lewat single debut bertajuk Car Ashtray yang dirilis pada 18 April 2026.

Trio yang dihuni Arman (gitar, vokal), Bunga (bass), dan Rendy (drum, vokal) ini langsung datang dengan identitas suara yang terasa matang sejak lagu pertama.

Buat yang cukup mengikuti skena independen, nama Arman mungkin sudah nggak asing lagi karena sebelumnya sempat terlibat di Somnyfera dan Swells.

Dan di Black Corollas, eksplorasi musiknya terasa makin atmosferik, emosional, sekaligus lebih personal.

Distorsi Tebal, tapi Tetap Melankolis

Di “Car Ashtray”, Black Corollas meramu distorsi alternatif yang tebal ala Deftones dengan lapisan melodi dreamy yang mengingatkan pada sisi paling sunyi dari Slowdive.

Hasil akhirnya bukan sekadar lagu shoegaze yang penuh noise atau melankolia kosong.

Mereka justru berhasil membangun ruang atmosferik yang terasa hidup, intim, dan pelan-pelan menyerap pendengar ke dalam suasana yang mereka ciptakan.

Baca Juga: Costive Bawa Alternative Rock Emosional di Soft Luck, Soundtrack untuk Orang yang Selalu Ada

Tentang Momen Kecil yang Diam-Diam Penting

Secara cerita, “Car Ashtray” berangkat dari situasi yang sangat sederhana: perjalanan malam bersama seseorang di kursi sebelah mobil.

Tapi dari situ, lagu ini berkembang jadi refleksi tentang momen-momen kecil yang terasa penting justru karena kita sadar semuanya nggak akan bertahan lama.

Black Corollas nggak mencoba membuat lagunya terdengar dramatis. Mereka justru memilih membiarkan emosi itu menggantung.

Ada rasa ingin menetap di dalam momen tersebut, tapi di saat bersamaan sadar bahwa semuanya pada akhirnya bakal lewat juga.

Dan justru di ruang liminal itu “Car Ashtray” terasa paling kuat.

Dengan durasi lebih dari lima menit, “Car Ashtray” tetap terasa mengalir tanpa kehilangan arah.

Setiap lapisan gitar, dentuman drum, dan garis bass ditempatkan dengan detail yang rapi. Produksinya juga terasa paham kapan harus terdengar padat dan kapan harus memberi ruang bernapas untuk vokal dan melodi.

Wall of sound yang mereka bangun terdengar penuh, tetapi nggak pernah terasa sesak.

Sebagai lagu debut, “Car Ashtray” hadir tanpa sensasi berlebihan. Tapi justru di situlah kekuatan Black Corollas terasa.

Mereka terdengar tenang, percaya diri, dan sudah tahu persis seperti apa identitas suara yang ingin mereka bawa sejak awal. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#shoegaze #rekomendasi musik #bandung #band indie