Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

ASHN Ubah Rasa Sepi Jadi Distorsi Indah di Album Waves in Two

Dani Erwanto • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:41 WIB
Personel ASHN. (Insatgram @ashn)
Personel ASHN. (Insatgram @ashn)

Jawa Pos Radar Madiun – Album debut Waves in Two dari ASHN terasa seperti pelarian emosional yang sudah lama dipendam.

Band shoegaze asal Bandung ini tidak sekadar memainkan distorsi dan ambience khas, namun membangun ruang sunyi yang terasa hangat sekaligus menghantui.

ASHN diperkuat oleh Bryan Arkan (gitar), Nafisa Almira (vokal), Bryan “Popon” Pongtiku (vokal dan gitar), Rafi Azani (bass), serta Irfan Al Hafizh (drum).

Gelombang Emosi dalam 10 Lagu

Sepuluh lagu di dalamnya berjalan seperti gelombang emosi yang perlahan naik dan tenggelam.

Baca Juga: Haul Bikin Musik Death Metal Terasa Mencekik di Lagu Sabda Malaprosa

Tentang kehilangan, cinta, kekosongan, hingga momen-momen kecil yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Lapisan gitar yang mengawang, vokal samar yang intim, dan dinamika lagu yang pelan tapi emosional membuat album ini terdengar seperti soundtrack untuk malam yang terlalu panjang.

Di balik keseluruhan arah musikal album ini, Bryan Arkan memegang peran besar sebagai penulis utama sekaligus produser.

Nuansa Eksperimental Shoegaze

Yang membuat Waves in Two menarik bukan hanya atmosfer shoegaze-nya yang pekat, tetapi juga cara ASHN membiarkan setiap lagu bernapas tanpa terasa berlebihan.

Mereka tidak mencoba terdengar megah secara paksa. Justru lewat kesederhanaan emosi dan ruang kosong di antara lapisan suara, album ini terasa lebih personal.

Nuansa eksperimental dalam album juga muncul lewat kolaborasi bersama unit elektronik Ftlframe yang memberi warna berbeda di beberapa bagian.

Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Naufal Ikhsan yang turut membantu membentuk karakter suara album menjadi lebih luas dan emosional.

Naufal juga terlibat dalam penulisan lagu “In Circles” dan “Falling, Fading”.

Baca Juga: Eksplorasi Rasa Themilo dengan Pure Saturday, Kolaborasi Bawakan Lagu Tangguh

Sedangkan “Whirlwind” mendapat tambahan sentuhan lirik dari Priscilla Kirana Maharani yang membuat nuansa personal album semakin terasa kuat.

Alih-alih terdengar seperti debut yang ingin pamer identitas, Waves in Two justru terasa seperti kumpulan perasaan yang sengaja dibiarkan mengambang.

Dan di situlah kekuatan ASHN bekerja—membuat kesunyian terdengar begitu hidup.

Album Waves in Two resmi dirilis pada 3 Oktober 2025 dan menjadi penanda fase baru perjalanan musikal ASHN di skena shoegaze independen Indonesia.

Editor : Andi Chorniawan
#shoegaze #ashn #waves in two #band #album