Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kritik Sosial Black Horses dalam Album Jahanam, Lebih Mengena dengan Lirik Bahasa Indonesia

Dani Erwanto • Minggu, 24 Mei 2026 | 18:28 WIB
Band Black Horses. (Instagram @blckhorses)
Band Black Horses. (Instagram @blckhorses)

Jawa Pos Radar Madiun – Black Horses membuka babak baru perjalanan musiknya lewat album ketiga bertajuk Jahanam.

Setelah lebih dulu memancing perhatian melalui dua single “Tirani Tua” dan “Distorsi Menggema”, band rock asal Jakarta tersebut merilis sembilan lagu yang terdengar lebih tajam, lebih liar, sekaligus terasa dekat dengan realita sosial hari ini.

Menariknya, Jahanam menjadi album pertama Black Horses yang sepenuhnya menggunakan lirik berbahasa Indonesia.

Keputusan itu membuat seluruh keresahan, kritik, dan pesan yang mereka bawa terasa lebih mengena di telinga pendengar.

Baca Juga: How Could I Know How to Fall Out Love: Curahan Rasa Lara dari Beijing Connection

Di album ini, Black Horses masih mempertahankan karakter utama berupa rock klasik dengan energi eksplosif. 

Namun kali ini, pendekatan musikalnya terdengar lebih matang dan berani mengeksplorasi banyak sisi baru.

Di bawah arahan produser John Paul Patton alias Coki dari Kelompok Penerbang Roket, Black Horses berhasil meramu nuansa classic rock dan bertenaga dengan atmosfer yang lebih emosional serta penuh sindiran sosial.

Hasilnya membuat Jahanam tidak hanya terdengar bising, tetapi juga punya arah dan pesan yang kuat.

Salah satu track yang paling mencuri perhatian adalah “Jejak Waktu”.

Lagu tersebut dianggap menjadi simbol perubahan dan kedewasaan Black Horses bersama para pendengar setia mereka yang dikenal dengan sebutan “Kusir-Kusir”.

Secara keseluruhan, Jahanam terasa seperti potret keresahan generasi hari ini.

Black Horses mencoba menangkap berbagai persoalan sosial yang hidup di sekitar masyarakat, lalu menerjemahkannya lewat lirik yang lugas tanpa terdengar menggurui.

Album ini juga memperlihatkan bagaimana Black Horses mulai bergerak dari sekadar band rock penuh energi menjadi unit musik yang lebih sadar terhadap isu sosial dan lingkungan sekitar.

Editor : Andi Chorniawan
#black horses #jahanam #album #rock