Jawa Pos Radar Madiun – Bangun pagi, terjebak macet, bekerja seharian, lalu pulang dalam keadaan lelah.
Rutinitas itu terasa akrab bagi banyak orang, dan kini diteriakkan THERAST lewat single berjudul “Jam Kantor”.
Setelah merilis EP berisi lima lagu serta beberapa single sebelumnya, “Jam Kantor” menjadi salah satu rilisan yang memperlihatkan perkembangan karakter musikal.
Kehidupan Urban Penuh Tekanan
Dalam lagu ini, band punk rock asal Kabupaten Bogor ini mengangkat kehidupan urban yang dipenuhi tekanan dan rutinitas tanpa jeda.
Baca Juga: Kritik Sosial Black Horses dalam Album Jahanam, Lebih Mengena dengan Lirik Bahasa Indonesia
Liriknya menggambarkan siklus hidup pekerja yang berjalan monoton.
Berangkat pagi dengan tergesa-gesa, menghadapi kemacetan, bekerja tanpa henti, hingga pulang dalam kondisi lelah secara fisik maupun mental.
Kritik terhadap Ambisi yang Kosong
“Jam Kantor” tidak hanya berbicara tentang pekerjaan.
THERAST mencoba menyoroti bagaimana banyak orang perlahan terjebak dalam ambisi yang terasa semu.
Kesibukan yang terus berulang membuat hidup berjalan cepat, tetapi di saat bersamaan terasa kosong dan kehilangan arah.
Melalui pendekatan lirik yang jujur dan emosional, THERAST menghadirkan lagu ini sebagai representasi keresahan generasi kerja hari ini.
Ada rasa penat, frustrasi, sekaligus pertanyaan tentang tujuan hidup yang perlahan menghilang di tengah rutinitas.
Menuju Full Album Perdana
Band ini berencana meluncurkan album perdana di pertengahan 2026.
Baca Juga: Gluecollin Suarakan Keresahan tentang Masa Depan Lewat Lagu In Between, Single Debut yang Yahud
Nah, single “Jam Kantor” juga menjadi bagian penting dari cerita besar yang sedang dibangun THERAST menuju album penuh pertama tersebut.
Band ini menyebut lagu tersebut sebagai salah satu potongan narasi dalam keseluruhan konsep album yang akan dirilis tahun ini.
Dengan identitas DIY dan warna punk rock yang tetap kuat, THERAST terus mempertahankan karakter musik mereka tanpa kehilangan relevansi terhadap realitas sosial di sekitar.
Editor : Andi ChorniawanSumber : Radar Madiun