Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

WUSS Memeluk Kegelisahan ketika Hidup Terasa Berantakan Lewat Single May?

Dani Erwanto • Senin, 1 Juni 2026 | 16:02 WIB
Band WUSS. (Instagram @everybodywuss)
Band WUSS. (Instagram @everybodywuss)

Jawa Pos Radar Madiun - Ada kalanya hidup terasa seperti langit yang tak kunjung cerah. Hujan datang bergantian dengan petir, sementara arah tujuan perlahan menghilang di balik kabut pikiran.

Perasaan itulah yang menjadi inti dari May?, single terbaru milik band indie rock asal Malang, WUSS.

Melalui lagu ini, WUSS tidak mencoba menawarkan jawaban instan atas berbagai masalah hidup.

Sebaliknya, mereka mengajak pendengar duduk sejenak bersama rasa lelah, kebingungan, dan kegelisahan yang sering datang tanpa permisi.

Baca Juga: Rilis Album Semakin Buram dan Percuma, PVLETTE Ajak Pendengar Menyelam Lebih Dalam ke Kegelapan

May? lahir dari pengalaman personal tentang perjuangan menghadapi badai yang terjadi di dalam kepala sendiri. Tentang hari-hari ketika semuanya terasa berat, saat kehilangan arah dan kekecewaan datang bertumpuk tanpa jeda.

Namun di balik nuansa melankolis yang mengalir sepanjang lagu, WUSS menyelipkan secercah optimisme.

Mereka percaya bahwa tidak ada kondisi yang berlangsung selamanya. Sama seperti cuaca yang terus berubah, luka dan kesedihan pun pada akhirnya akan berlalu.

 

Pesan tersebut diterjemahkan melalui berbagai metafora alam yang menjadi benang merah dalam lagu ini.

Hujan, petir, langit mendung, hingga pergantian musim hadir sebagai simbol dari naik-turunnya emosi manusia. Kadang tenang, kadang kacau, namun selalu bergerak menuju perubahan.

Judul May? menyimpan makna ganda. Selain merujuk pada bulan Mei, kata tersebut juga bermain dengan frasa May I?.

Seolah menjadi pertanyaan sederhana yang diajukan kepada diri sendiri: bolehkah aku terus bertahan? Bolehkah aku melanjutkan perjalanan ini meski sedang tidak baik-baik saja?

Dari sisi musikal, WUSS memilih pendekatan yang intim dan hangat. Aransemen indie rock yang mereka bangun tidak meledak-ledak, melainkan bergerak perlahan mengikuti emosi yang ingin disampaikan.

Setiap nada terasa seperti percakapan personal, sementara vokalnya hadir layaknya bisikan yang menemani seseorang melewati malam panjang penuh pikiran.

Alih-alih terdengar menggurui, “May?” justru terasa seperti teman yang memahami bahwa setiap orang memiliki pertarungannya masing-masing.

Lagu ini tidak memaksa pendengar untuk segera bangkit, melainkan memberi ruang untuk menerima rasa sakit, memprosesnya, lalu perlahan melangkah kembali. 

Editor : Andi Chorniawan
#wuss #Rilis #Malang #rock #single