Jawa Pos Radar Madiun - Ada banyak pria yang setiap hari terlihat baik-baik saja. Mereka berangkat bekerja, bercanda dengan teman-temannya, pulang ke rumah, lalu mengulang rutinitas yang sama keesokan harinya.
Tapi tidak banyak yang benar-benar tahu beban apa yang sedang mereka bawa di dalam kepala.
Realitas itulah yang diangkat Car Crash Coma lewat single terbaru berjudul Pergi.
Lagu rilisan band asal Solo ini menjadi penghormatan bagi para pria yang selama ini terbiasa menyimpan luka dan masalah mereka sendiri.
Ajak Peduli dengan Orang-Orang Terdekat
Dirilis secara eksklusif melalui Bandcamp pada Juni 2026 bertepatan dengan Bulan Kesehatan Mental Pria, Pergi hadir bukan sekadar sebagai lagu baru, tetapi juga sebagai ajakan untuk lebih peduli terhadap orang-orang terdekat.
Lewat liriknya, Car Crash Coma menggambarkan sosok pria yang melangkah keluar rumah setiap hari untuk mengejar tanggung jawab dan harapan hidup.
Di balik kesibukan itu, ada tekanan, kecemasan, dan kelelahan yang sering kali dipendam tanpa pernah diceritakan kepada siapa pun.
Selama bertahun-tahun, banyak pria tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus selalu kuat.
Tidak boleh menangis, tidak boleh mengeluh, dan tidak boleh menunjukkan kelemahan. Pergi mencoba mematahkan anggapan tersebut.
Lagu ini mengingatkan bahwa pria juga manusia biasa. Mereka bisa lelah, kecewa, takut, bahkan hancur.
Dan sama seperti siapa pun, mereka juga membutuhkan ruang untuk didengar tanpa dihakimi.
Kental Nuansa Britpop
Secara musikal, Pergi dibangun di atas fondasi yang hangat dan emosional. Nuansa Britpop terasa cukup kuat melalui petikan gitar akustik yang lembut, lapisan gitar elektrik yang melankolis, serta progresi akor sederhana yang membiarkan lirik menjadi pusat perhatian.
Baca Juga: MAIO Tumpahkan Amarah dan Kecemasan di Sembilan Lagu Album Cursed Path
Aransemen yang direkam di SoundsCity Recording Studio bersama produser Vais Randi sengaja dibuat tidak berlebihan.
Bass mengalir tenang mengikuti emosi lagu, drum dimainkan secara minimalis, sementara vokalnya terdengar jujur dan apa adanya.
Hasilnya adalah sebuah lagu yang terasa seperti percakapan pribadi di tengah malam.
Di balik seluruh kesedihan yang dibawanya, Pergi sebenarnya menyimpan pesan sederhana: jangan menganggap orang yang terlihat kuat selalu baik-baik saja.
Kadang yang mereka butuhkan bukan solusi, melainkan seseorang yang bersedia hadir, duduk di samping mereka, dan mendengarkan.
Melalui Pergi, Car Crash Coma mengingatkan bahwa keberanian terbesar bukanlah menahan semua rasa sakit sendirian, melainkan berani mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.
Karena pada akhirnya, bahkan orang yang tampak paling kuat pun tetap membutuhkan tempat untuk bersandar.
Editor : Andi Chorniawan