Jawa Pos Radar Madiun – Rock N Roll Mafia menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia.
Setelah beberapa tahun terakhir aktif tampil di berbagai festival dan panggung musik, grup elektronika asal Bandung itu merilis single baru berjudul PTSD pada 22 Mei lalu.
Lagu ini menjadi rilisan terbaru yang sekaligus membuka fase berikutnya dalam perjalanan musikal Rock N Roll Mafia.
Tak sekadar menghadirkan materi baru, mereka juga membawa tema yang dekat dengan realitas kehidupan modern, yakni kesehatan mental dan trauma yang membekas dalam ingatan.
Melalui PTSD, Rock N Roll Mafia mencoba menggambarkan bagaimana pengalaman menyakitkan di masa lalu dapat terus mengikuti seseorang dalam berbagai bentuk.
Kenangan yang belum selesai, tekanan yang terus menumpuk, hingga rasa cemas yang muncul tanpa diduga menjadi benang merah yang mengalir sepanjang lagu.
Menariknya, tema berat tersebut tidak diterjemahkan melalui musik yang muram atau penuh kesedihan.
Sebaliknya, Rock N Roll Mafia memilih pendekatan yang lebih ringan dan hangat sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih mudah diterima oleh pendengar.
Aransemen PTSD dibangun melalui kombinasi synthesizer yang lembut, ritme bass yang hidup, serta lapisan suara yang menciptakan suasana melankolis namun tetap nyaman.
Nuansa tersebut membuat lagu ini terasa seperti ruang refleksi yang mengajak pendengar menoleh ke dalam diri tanpa harus tenggelam dalam kesedihan.
Karakter musik yang atmosferik juga memperlihatkan kematangan Rock N Roll Mafia dalam meramu lagu yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memiliki pesan yang kuat.
Mereka berhasil menjaga keseimbangan antara eksplorasi musikal dan narasi emosional yang ingin disampaikan.
Menurut Hendra Jaya Putra, lagu ini lahir dari keinginan untuk mengajak lebih banyak orang memahami pentingnya kesehatan mental.
Bukan untuk membangkitkan kembali luka lama, melainkan membuka ruang dialog yang lebih sehat tentang trauma dan tekanan hidup yang sering kali dipendam sendirian.
Baca Juga: Defy Kembali Menggila! Unity Jadi Pemanasan Panas Sebelum Rilis Album Devastation Manifest
Dalam materi promosinya, istilah PTSD bahkan diberi makna baru sebagai Pressure That Slowly Destroys atau tekanan yang perlahan menghancurkan.
Frasa tersebut menjadi representasi berbagai beban yang kerap hadir dalam kehidupan sehari-hari dan secara perlahan memengaruhi kondisi mental seseorang.
Makna alternatif tersebut juga disebut-sebut berkaitan dengan konsep album terbaru Rock N Roll Mafia yang saat ini masih dalam tahap persiapan.
Meski detail proyek tersebut belum diumumkan, PTSD diyakini menjadi petunjuk awal mengenai arah kreatif yang sedang mereka bangun.
Sebagai pelengkap perilisan, Rock N Roll Mafia juga menyiapkan video musik resmi yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan.
Kehadiran visual tersebut diharapkan mampu memperkuat pesan lagu sekaligus menghadirkan interpretasi yang lebih luas mengenai trauma, tekanan hidup, dan proses penerimaan diri.
Dengan PTSD, Rock N Roll Mafia memperlihatkan bahwa musik elektronik dapat menjadi medium yang efektif untuk membahas isu-isu personal dan sosial.
Lagu ini bukan hanya menjadi penanda kembalinya mereka dengan karya baru, tetapi juga ajakan untuk melihat kesehatan mental dari sudut pandang yang lebih terbuka, jujur, dan penuh harapan.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, "PTSD" hadir sebagai pengingat bahwa setiap orang memiliki luka yang berbeda.
Namun, memahami, menerima, dan membicarakannya bisa menjadi langkah awal untuk terus melangkah ke depan.
Editor : Andi Chorniawan