Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Decemberism Kembali Setelah Vakum, Changing Seasons Jadi Curahan Rindu dan Kenangan yang Sulit Hilang

Dani Erwanto • Minggu, 21 Juni 2026 | 18:01 WIB
Personel Decemberism.
Personel Decemberism.

Jawa Pos Radar Madiun - Band emo/indie rock asal Sidoarjo, Decemberism, kembali meramaikan skena musik independen Indonesia lewat single terbaru berjudul Changing Seasons. 

Lagu yang dirilis pada 16 Juni lalu menjadi penanda kebangkitan mereka setelah sempat vakum cukup lama, sekaligus menghadirkan kisah emosional tentang rindu, kehilangan, dan kenangan yang belum sepenuhnya pergi.

Melalui Changing Seasons, Decemberism mengajak pendengar menyelami perasaan seseorang yang masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu.

Di tengah perjalanan waktu yang terus bergerak, ada kerinduan yang tetap tinggal dan harapan untuk memperbaiki hal-hal yang pernah terjadi.

Baca Juga: Pendewasaan Musikalitas, Tiga Single Baru Nearcrush Terhubung dalam Satu Narasi Emosional

Diperkuat oleh Lambang Akbar Ramadhan dan Abiezar Akbar Pramestio, Decemberism membingkai lagu ini dalam sebuah narasi imajiner. Namun, di balik cerita fiktif tersebut, tersimpan emosi yang terasa begitu dekat dan nyata.

Makna Changing Seasons dan Simbol Pergantian Musim

Dalam lagu ini, pergantian musim menjadi metafora utama yang menggambarkan perubahan hidup yang tidak bisa dihindari.

Setiap musim mewakili fase berbeda dalam perjalanan seseorang, mulai dari kehilangan, penyesalan, hingga proses menerima kenyataan.

Lirik-lirik yang dihadirkan mencoba menangkap perasaan ketika seseorang terus membawa kenangan lama, meski waktu telah memaksanya untuk melangkah maju.

Nuansa tersebut diperkuat dengan pendekatan emo dan indie rock yang menjadi identitas khas Decemberism.

Atmosfer hangat sekaligus melankolis menjadi warna dominan sepanjang lagu. Perpaduan itu membuat “Changing Seasons” terasa dekat bagi siapa saja yang pernah mengalami kehilangan atau kesulitan melepaskan masa lalu.

Terhubung dengan Single A Summer Bluer

Menariknya, proses pengerjaan “Changing Seasons” telah dimulai sejak 2025. Lagu ini dikembangkan bersamaan dengan single sebelumnya, “A Summer Bluer”, yang lebih dulu diperkenalkan kepada pendengar.

Baca Juga: Sourmilk Tumpahkan Kegelisahan di Album Debut A Collection of Absurd Ideas

Kedua lagu tersebut memiliki keterkaitan emosional yang kuat. Jika “A Summer Bluer” menjadi gambaran awal dari rasa kehilangan, maka “Changing Seasons” melanjutkan cerita tersebut ke fase refleksi dan pencarian makna.

Meski berangkat dari cerita yang diciptakan secara imajiner, para personel mengaku lagu ini justru terasa sangat personal ketika proses rekaman berlangsung.

Setiap lirik yang ditulis perlahan berkembang menjadi ruang refleksi yang nyata bagi mereka sendiri.

Perilisan “Changing Seasons” juga menjadi babak baru bagi perjalanan Decemberism. Setelah cukup lama tidak aktif merilis karya, mereka kini kembali dengan semangat baru untuk lebih dekat dengan pendengar dan aktif tampil di berbagai panggung musik.

Editor : Andi Chorniawan
#changing seasons #band #lagu #Decemberism