Jawa Pos Radar Madiun - Panggung musik independen Kota Kembang kembali melahirkan sebuah karya kolaboratif yang sarat akan makna emosional mendalam di balik bisingnya distorsi instrumen.
Dua entitas musik shoegaze dan alternative potensial asal Bandung, ASHN dan Puremoon, resmi melepas mini album atau EP bersama bertajuk “Split” pada tanggal 26 Juni 2026 lalu.
Perilisan karya bersama yang disebarluaskan secara mandiri melalui platform digital Bandcamp ini lahir dari sebuah alasan yang sangat jauh dari kesan ambisi industri komersial.
Lahirnya proyek ini murni dipicu oleh sebuah momentum perpisahan yang mengharukan, di mana penabuh drum mereka, Irfan, memutuskan untuk menyudahi petualangan musiknya di Bandung dan memilih pulang ke kampung halaman di Riau.
Bagi kedua band tersebut, sosok Irfan bukan sekadar penggebuk drum biasa, melainkan bertindak sebagai jembatan hidup sekaligus titik temu yang menjaga kedua komplotan musik ini tetap terhubung erat.
Baca Juga: Kronologi Bus Sugeng Rahayu Terbalik Masuk Sungai di Nganjuk, Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis
Rekam Jejak Empat Lagu dalam Sisa Waktu Bersama
Di tengah keterbatasan waktu yang tersisa sebelum hari kepulangan sang rekan, kedua band ini memilih untuk tidak membiarkan momen perpisahan berlalu begitu saja secara sunyi.
Mereka sepakat masuk ke dalam studio rekaman guna mengabadikan jejak kebersamaan mereka ke dalam bentuk untaian nada dan lirik yang jujur.
Sebanyak empat buah lagu akhirnya berhasil dilahirkan sebagai penanda fase sejarah mereka, yang terbagi rata ke dalam kontribusi masing-masing band.
ASHN menyumbangkan dua buah repertoar terbaru mereka yang diberi judul “Remain” dan “Amber”, sementara Puremoon melengkapi pasokan album lewat lagu bertajuk “July” serta “was i never enough?”.
Meskipun masing-masing trek membawa karakter atmosfernya sendiri, seluruh materi dalam album mini ini tetap terikat kuat oleh satu benang emosi yang sama, yakni rasa kehilangan yang hangat.
Baca Juga: Hadapi Polikrisis Global 2026, SENAKOMBIS Rumuskan Cetak Biru Ketahanan Nasional di Magetan
Perpaduan Estetika Shoegaze Modern dan Pop Klasik
Secara musikalitas, jalinan nada dalam EP “Split” bergerak lincah di wilayah yang samar namun tetap terasa akrab di telinga para penikmat musik alternatif.
Pendengar akan disuguhi oleh tebalnya lapisan distorsi shoegaze modern yang berembun, yang secara apik dikombinasikan dengan sentuhan pop era 2000-an awal yang familier.
Perpaduan aransemen ini mengalir sangat alami tanpa ada kesan dipaksakan, mengingat kedua kelompok musik ini memang sudah lama berjalan beriringan di skena lokal dan saling memahami ritme bercerita.
Kepergian Irfan ke Sumatra diakui meninggalkan ruang kosong yang tidak akan mudah untuk diisi kembali oleh musisi pengganti dalam waktu dekat.
Melalui kehadiran empat lagu dalam album “Split” ini, ASHN dan Puremoon sukses menciptakan sebuah kapsul waktu sederhana yang akan terus berputar secara abadi bagi para penggemarnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani