Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Contemporary Art Rilis Single Baru Sekaligus Ganti Identitas Jadi CART

Dani Erwanto • Minggu, 5 Juli 2026 | 18:14 WIB
Contemporary Art merilis single terbaru bertajuk Pain.fm di Bandcamp sekaligus mengumumkan pergantian nama identitas menjadi CART.
Contemporary Art merilis single terbaru bertajuk Pain.fm di Bandcamp sekaligus mengumumkan pergantian nama identitas menjadi CART.

Jawa Pos Radar Madiun - Pergerakan kancah musik independen Jakarta diramaikan oleh langkah berani salah satu unit musik alternatif yang menyodorkan konsep aransemen segar dan lebih dewasa.

Contemporary Art kembali merilis materi baru dengan pendekatan yang terasa lebih matang dan terarah.

Band asal Jakarta ini memperkenalkan single “Pain.fm” melalui Outtasight Records untuk distribusi di Bandcamp, melanjutkan fase eksplorasi yang sebelumnya sempat mereka bangun lewat maxi-single.

Secara konseptual lirik, muatan cerita yang dibawa dalam karya terbaru ini mencoba memotret fenomena psikologis masyarakat urban yang kerap terjebak dalam lingkaran aktivitas monoton.

“Pain.fm” berangkat dari hal yang dekat dengan keseharian—rutinitas yang berjalan berulang tanpa banyak ruang untuk berhenti.

Dari situ, lagu ini berkembang menjadi refleksi tentang rasa terasing, bersalah, dan lelah yang sering kali tidak terlihat atau dianggap sepele.

Di tengah situasi yang serba cepat dan dingin, emosi-emosi seperti ini justru kerap terpinggirkan oleh tuntutan produktivitas zaman modern.

Nuansa emosional yang kelam dan melelahkan tersebut berhasil diterjemahkan secara apik ke dalam tatanan instrumen musik yang khas.

Baca Juga: Wakil Pasifik Rontok Berjamaah: RRQ dan Paper Rex Angkat Koper Lebih Dulu dari EWC 2026

Secara musikal, Contemporary Art mengemasnya dalam nuansa yang gelap dan minimalis.

Elemen elektronika, terutama lewat penggunaan drum machine, menjadi fondasi utama yang memberi kesan mekanis sekaligus dingin.

Sentuhan distorsi dan ketukan yang monoton tersebut sengaja dihadirkan untuk memperkuat visualisasi kesepian di tengah hiruk-pikuk kota besar.

Liriknya disampaikan dengan cara yang sederhana dan berkabut sehingga terasa jujur bagi siapa saja yang mendengarkannya.

Di samping urusan musikalitas, momentum perilisan ini juga membawa kabar mengejutkan terkait dinamika internal internal kelompok musik tersebut.

Rilisan ini juga menjadi penanda perubahan penting bagi mereka.

Dengan formasi yang tetap berjumlah enam orang, namun posisi vokal kini diisi oleh Anya Silva (Presence), sementara drum dipercayakan kepada Dennis Ichwan (Spitrage, Jisatsu Youth).

Kehadiran dua tenaga baru di sektor krusial ini terbukti sukses memberikan warna dan karakter suara yang jauh lebih bertenaga pada lagu mereka.

Bersamaan dengan itu, mereka juga memperkenalkan identitas baru dengan nama CART.

Perubahan nama menjadi akronim yang lebih padat ini sekaligus menandai kesiapan mereka untuk melangkah ke level industri yang lebih profesional.

Melalui “Pain.fm”, CART seperti membuka arah baru yang lebih jelas.

Langkah ini sekaligus menjadi jembatan pembuka dari proyek jangka panjang yang tengah mereka godok di dalam studio rekaman saat ini.

Mereka juga tengah menyiapkan album penuh yang direncanakan rilis pada akhir 2026, melanjutkan apa yang mulai dibangun dari single ini. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Contemporary Art #jakarta #musik #indie