Jawa Pos Radar Madiun - Ranah musik independen tanah air kembali kedatangan talenta baru yang siap meramaikan dinamika industri lewat sajian aransemen yang segar.
Mengandalkan eksplorasi suara berlapis yang penuh atmosfer emosional, sekelompok musisi muda mencoba mengetuk hati para pendengar lewat untaian lirik yang jujur dan personal.
Trio dream pop dengan sentuhan shoegaze asal Bogor—Alyssa Nikita, Ayu Muthia Zahra, dan Karina Restiani—akhirnya resmi membuka lembaran perjalanan karier mereka lewat perilisan single debut pada 7 Juli 2026.
Sebuah perkenalan awal yang langsung menegaskan karakter dan warna musikal utama mereka yang berbisik namun seolah tenggelam di antara distorsi.
Melalui lagu perdana yang diberi judul “I Wore Pride Like a Second Skin,” band bernama Mittelkin ini mengangkat fase kontemplasi pemikiran yang sangat dalam.
Larik-larik liriknya bercerita tentang rasa penyesalan yang terus tinggal di dalam ingatan, keputusan-keputusan besar yang tak pernah sempat diambil, serta bayangan semu akan diri yang tak sempat menjadi nyata.
Proses kreatif penggarapan karya perdana ini diakui mengalir secara natural, mempertemukan dua perspektif pemikiran yang berbeda namun sama-sama jujur serta rentan.
Dari titik pertemuan emosional itulah, identitas band Mittelkin perlahan-lahan mulai terbentuk.
Band tersebut merupakan proyek seni yang juga lahir dari kebetulan kecil yang terasa dekat: ketiganya merupakan anak tengah di keluarga masing-masing.
Baca Juga: Menolak Tunduk pada K-Pop, Slant Kibarkan Bendera Hardcore Punk Seoul di Kancah Global
Langkah Awal Menuju Mini Album yang Rilis Bertahap
Konsistensi dalam memproduksi karya secara berkala menjadi agenda utama guna menjaga eksistensi di mata penikmat musik.
Lagu debut ini diproyeksikan akan menjadi langkah awal yang penting dari rangkaian perjalanan panjang mereka di industri musik independen.
Pihak manajemen Mittelkin pun mengonfirmasi bahwa mereka telah merampungkan persiapan untuk peluncuran mini album atau Extended Play (EP) perdana dalam waktu dekat.
Rencananya, materi-materi lagu di dalam EP tersebut akan dirilis secara bertahap satu per satu hingga menuju penghujung tahun nanti.
Skema perilisan berkala ini sengaja dipilih untuk memberikan ruang bagi para pendengar dalam menikmati setiap babak dari eksplorasi musikal serta kedewasaan bermusik yang ditawarkan oleh trio asal Bogor ini. (naz)
Editor : Mizan Ahsani