Jawa Pos Radar Madiun - Di balik nama Daniel Rumbekwan, kini ada babak baru perjalanan karier yang terasa jauh lebih bising sekaligus jujur.
Musisi berbakat asal Madiun yang sebelumnya sangat lekat dengan lanskap musik pop-folk yang hangat ini, seolah sengaja melepas citra lamanya secara perlahan.
Lewat album terbarunya yang bertajuk ROH, Daniel melangkah berani ke arah musikalitas yang lebih kasar, mentah, dan tanpa banyak kompromi.
Perubahan ini rupanya bukan sekadar eksperimen sonik semata. Langkah berani tersebut justru terasa seperti sebuah pergeseran identitas bermusik yang sesungguhnya.
Dalam karya terbarunya ini, distorsi mendominasi dan diangkat menjadi bahasa utama.
Baca Juga: Kasus HIV di Magetan Bertambah Jadi 80, Mayoritas Terdeteksi pada Usia 18–24 Tahun
Suara instrumen gitar terdengar lebih tajam, lebih raw, dengan balutan aura alternative rock era 90-an yang memancar begitu kuat.
Karakter vokalnya pun tak lagi dibalut dengan rapi.
Suara Daniel justru sengaja dibiarkan terbuka, seolah menjadi medium pelampiasan emosi yang selama ini tertahan.
Ada rasa gelap yang merayap pelan di setiap nada, tetapi di saat yang sama juga terasa sangat jujur dan reflektif.
Secara keseluruhan, album ROH ini merangkum total tujuh buah lagu.
Baca Juga: Hadang Laju BYD Atto 1, Suzuki Bakal Luncurkan Mobil Listrik Mungil Bergaya Kei Car
Menariknya, pada bagian lagu penutup, Daniel turut menggandeng IKLIM. Kolaborasi apik ini memberikan sentuhan yang terasa kontras sekaligus berhasil melengkapi atmosfer keseluruhan album secara paripurna.
Lebih dari sekadar rilisan karya, ROH adalah sebuah pernyataan tegas.
Album ini bercerita tentang keberanian seorang musisi untuk mendobrak batasan dan keluar dari zona nyamannya.
Ini juga tentang suara baru yang pada akhirnya sukses menemukan bentuk aslinya, yakni sebuah karya yang lebih lantang dan tak lagi ingin disederhanakan.
Melalui album ini, Daniel Rumbekwan telah datang kembali menyapa para pendengarnya dengan cara yang sama sekali berbeda. (naz)
Editor : Mizan Ahsani