Jawa Pos Radar Madiun - Trio indie rock asal Jakarta, Ministry Of, kembali mewarnai kancah musik Tanah Air dengan merilis Extended Play (EP) terbaru yang diberi tajuk Fase.
Karya terbaru ini sudah dapat dinikmati oleh para pendengar di berbagai platform streaming musik digital sejak 9 Juli 2026.
Rilisan ini menjadi penanda fase baru yang krusial dalam evolusi musikal band tersebut, terutama dengan keberanian mereka mengeksplorasi karya melalui bahasa ibu.
Salah satu perubahan paling mencolok dari Ministry Of dalam EP ini adalah keputusan mereka untuk sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia pada seluruh materi lagu.
Langkah berani ini bukanlah sekadar pergantian bahasa pengantar semata, melainkan sebuah upaya sadar untuk menghadirkan kedekatan emosional yang lebih kuat dengan pendengar.
Arah musikal baru ini sebenarnya sudah mulai diperkenalkan kepada publik melalui perilisan single sebelumnya yang berjudul Langkah.
Bagi para personel, penggunaan bahasa Indonesia terbukti membuat proses penciptaan karya terasa lebih bebas, jujur, dan sangat personal.
Tema Kehidupan dan Kesehatan Mental
EP Fase hadir lebih dari sekadar kumpulan lagu biasa. Rilisan ini merupakan potret perjalanan batin yang dirangkum apik dalam empat bagian yang saling melengkapi.
Melalui karya ini, Ministry Of merangkai kisah nyata tentang dinamika hidup yang mereka alami sendiri selama setahun terakhir.
Berikut adalah rincian daftar lagu yang terdapat di dalam EP Fase:
1. Langkah
2. Laju
3. Terbang
4. Hilang (bersama Finna Amalia)
Tema-tema krusial seperti tekanan pekerjaan, perasaan kehilangan, hingga pergulatan dengan kesehatan mental dikupas tuntas.
Meski mengusung tema yang cukup dalam, semuanya disampaikan dengan pendekatan lirik yang dekat dengan keseharian sehingga setiap lagunya terasa hangat dan sangat relevan (relatable).
Di sisi industri, peluncuran EP ini juga menandai kerja sama strategis antara Ministry Of dengan label rekaman HFMF Records.
Kerja sama ini turut memberikan dimensi baru bagi perjalanan karier band tersebut di industri musik independen.
Henry Foundation, selaku pendiri label HFMF Records, melihat bahwa penggunaan lirik berbahasa Indonesia ini mampu membuka ruang ekspresi yang lebih luas.
Pendekatan ini diyakini dapat memperbesar peluang Ministry Of untuk menjangkau pangsa pendengar yang lebih masif dan beragam di masa depan.
Lewat peluncuran EP Fase, Ministry Of tidak hanya sukses menghadirkan warna musik yang baru, tetapi juga mempertegas identitas mereka yang kini terasa lebih intim, lebih jujur, dan semakin membumi. (naz)