Jawa Pos Radar Madiun - Olivia Rodrigo kembali menunjukkan ketajamannya meramu pengalaman emosional menjadi lagu pop lewat “stupid song”. Lagu yang dirilis pada 12 Juni 2026 itu menggambarkan fase jatuh cinta ketika perasaan kepada seseorang tumbuh begitu besar hingga sulit diterjemahkan melalui kata-kata.
“stupid song” hadir sebagai bagian dari album studio ketiga Olivia Rodrigo, you seem pretty sad for a girl so in love, yang dirilis pada hari yang sama melalui Geffen Records. Dalam susunan album tersebut, “stupid song” menempati urutan kedua setelah lagu pembuka “drop dead”.
Kehadirannya langsung mendapat perhatian. Bukan hanya karena Olivia kembali berbicara tentang cinta, tetapi juga karena cara penyanyi berusia 23 tahun itu menggambarkan perasaan romantis sebagai sesuatu yang bisa begitu kuat, tidak rasional, bahkan membuat seseorang seolah kehilangan kendali.
Makna “stupid song”, Saat Jatuh Cinta Membuat Seseorang Kehilangan Logika
Jika sejumlah karya Olivia Rodrigo sebelumnya lekat dengan patah hati, amarah, dan kekecewaan dalam hubungan, “stupid song” mengambil sudut yang berbeda. Kali ini, Olivia menyoroti kegilaan yang muncul ketika seseorang begitu menginginkan dan memikirkan orang yang dicintainya.
Inspirasi lagu tersebut salah satunya datang dari buku Simple Passion karya penulis Prancis Annie Ernaux. Olivia mengungkapkan bahwa ia tertarik pada bagaimana kisah dalam buku tersebut menggambarkan kerinduan kepada seseorang yang begitu besar hingga menguasai kehidupan dan pikiran.
Gagasan itu kemudian diterjemahkan Olivia ke dalam “stupid song”. Alih-alih menggambarkan cinta hanya sebagai pengalaman menyenangkan, lagu tersebut menangkap sisi lain dari jatuh cinta: perasaan intens yang dapat membuat seseorang bahagia, gelisah, terobsesi, dan kewalahan pada saat bersamaan.
Judul “stupid song” pun memiliki makna tersendiri. Bagi Olivia, ketika mencoba menulis sesuatu yang sedalam dan seluas cinta romantis, sebuah lagu terkadang justru terasa terlalu sederhana untuk benar-benar mewakili perasaan tersebut.
Karena itu, lagu ini bukan sekadar pernyataan cinta. “stupid song” berbicara tentang keterbatasan kata-kata ketika seseorang berusaha menjelaskan emosi yang jauh lebih besar daripada apa yang mampu dituangkan dalam sebuah lagu.
Baca Juga: Comeback Olivia Rodrigo 2026: “Drop Dead” Jadi Pembuka Album You Seem Pretty Sad
Video Musik “stupid song” Padukan Pop dan Balet
Perilisan “stupid song” juga dibarengi dengan video musik resmi yang mengambil latar New York City. Video tersebut disutradarai Mitch Ryan, sementara koreografinya digarap oleh balerina ternama Tiler Peck.
Konsep visualnya menjadi salah satu bagian menarik dari perilisan lagu tersebut. Olivia tampil bersama para penari profesional dari New York City Ballet dan American Ballet Theatre, menghadirkan perpaduan antara estetika musik pop modern dengan balet klasik di jalanan New York.
Proses koreografinya juga tidak sederhana. Tiler Peck mengungkapkan bahwa sejumlah adegan dirancang untuk ditampilkan dalam gerakan lambat. Para penari bahkan harus melakukan koreografi dengan tempo lagu yang dipercepat agar gerakan mereka menghasilkan efek yang diinginkan ketika diputar dalam slow motion.
Visual tersebut membuat “stupid song” tak hanya kuat dari sisi cerita, tetapi juga mempunyai identitas sinematik yang berbeda.
“stupid song” Tembus Papan Atas Chart Inggris
Respons terhadap lagu baru Olivia Rodrigo ini juga terlihat di tangga lagu. Official Charts Company mencatat “stupid song” mencapai posisi Nomor 2 di Official Singles Chart Inggris. Lagu tersebut juga sempat menduduki posisi pertama dalam Official Streaming Chart.
Capaian tersebut memperlihatkan kuatnya penerimaan terhadap “stupid song” setelah dirilis bersamaan dengan album ketiga Olivia. Lagu itu bahkan bertahan di jajaran 10 besar Official Singles Chart selama delapan pekan berdasarkan catatan hingga pertengahan Agustus 2026.
Popularitas “stupid song” juga membuatnya masuk dalam pembicaraan mengenai lagu musim panas 2026. The Guardian memasukkan karya Olivia tersebut dalam pilihan lagu musim panas tahun ini dan menyoroti karakter lagunya yang terasa tulus sekaligus sinematik.
Bagian dari Album Ketiga Olivia Rodrigo
“stupid song” menjadi salah satu dari 13 lagu dalam album you seem pretty sad for a girl so in love. Album tersebut menjadi kelanjutan perjalanan musikal Olivia setelah SOUR pada 2021 dan GUTS pada 2023.
Album ketiganya memuat sejumlah lagu lain seperti “drop dead”, “honeybee”, “maggots for brains”, “u + me = <3”, “the cure”, hingga “what’s wrong with me” yang menghadirkan kolaborasi bersama Robert Smith.
Lewat “stupid song”, Olivia Rodrigo kembali menggunakan kekuatan utamanya sebagai penulis lagu: mengubah emosi yang rumit menjadi cerita yang terasa dekat. Kali ini bukan kemarahan setelah cinta berakhir, melainkan kegelisahan ketika cinta justru sedang memenuhi kepala.
Perasaan itulah yang membuat judul “stupid song” terasa ironis. Di balik namanya yang sederhana, Olivia justru berbicara tentang sesuatu yang sulit dijelaskan secara sederhana—keinginan kepada seseorang yang begitu besar hingga sebuah lagu sekalipun terasa tidak cukup untuk mewakilinya.
Editor : Dwita IkhtianandaSumber : Radar Madiun