Seaside Buka Babak Baru di Same Old / Same New, Tetap Dream Pop tapi Lebih Matang

Dani Erwanto • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:13 WIB
Seaside kembali lewat Same Old / Same New, album kedua yang meramu dream pop, shoegaze, nostalgia, dan warna baru bersama Nabila.
Seaside kembali lewat Same Old / Same New, album kedua yang meramu dream pop, shoegaze, nostalgia, dan warna baru bersama Nabila.

Jawa Pos Radar Madiun – Ada yang tetap familier, tetapi ada pula sesuatu yang terasa berbeda. Seaside akhirnya membuka cerita baru lewat Same Old / Same New, album penuh kedua yang datang setelah perjalanan panjang sejak Undone pada 2013.

Band asal Jakarta tersebut tidak serta-merta membongkar identitas yang selama ini melekat pada musik mereka.

Dream pop dan shoegaze masih menjadi fondasi, lengkap dengan atmosfer melankolis dan lapisan suara mengawang yang menjadi karakter Seaside.

Namun, Same Old / Same New menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar mengulang formula lama. Seaside memperluas ruang musikalnya dengan pendekatan yang terasa lebih matang sekaligus berani.

Baca Juga: Klasemen Akhir Kejuaraan Voli Putri Asia 2026 Grup B: Indonesia Tantang Iran di  Perempat Final

Kenangan Lama dalam Ruang yang Lebih Luas

Melankolia masih menjadi salah satu napas utama Same Old / Same New. Album tersebut membawa pendengarnya memasuki berbagai lapisan cerita mengenai ingatan yang belum selesai, kerinduan, hingga refleksi atas perjalanan hidup.

Alih-alih menyingkirkan karakter lama demi terdengar berbeda, Seaside memilih mengembangkannya. Lapisan gitar yang mengawang, nuansa hangat, dan emosi yang cenderung tenang tetap menjadi fondasi perjalanan album.

Pendekatan tersebut membuat Same Old / Same New seperti sebuah persimpangan. Seaside masih membawa jejak dari perjalanan sebelumnya, tetapi mulai mengarah menuju wilayah baru.

Baca Juga: CONSVRGE Makin Gelap di Poison I Prefer, Single Pembuka Menuju EP Terbaru

Nabila Bawa Warna Baru untuk Seaside

Salah satu perubahan penting datang melalui kehadiran Nabila sebagai vokalis baru. Karakter vokalnya memberikan dinamika berbeda pada musik Seaside tanpa membuat band tersebut kehilangan wajah yang telah dikenal pendengarnya.

Perubahan itu sekaligus memperkuat gagasan yang tersirat dalam judul Same Old / Same New. Ada sesuatu yang lama dan tetap dipertahankan, sementara sesuatu yang baru perlahan tumbuh bersamanya.

Kombinasi tersebut membuat album kedua ini bukan semata-mata menjadi penanda kembalinya Seaside setelah perjalanan panjang sejak Undone.

Same Old / Same New juga menjadi dokumentasi mengenai bagaimana sebuah band dapat berkembang tanpa harus memutus hubungan dengan masa lalunya.

Baca Juga: Drizzly Makin Berkabut di Single How Do I Even Try, Dream Pop Bertemu Shoegaze

Same Old / Same New Jadi Babak Berikutnya

Bagi Seaside, kembali ternyata tidak harus berarti mengulang. Identitas dream pop dan shoegaze yang sudah mereka bangun tetap dipertahankan, tetapi kini mendapat ruang baru untuk berkembang.

Jarak panjang antara Undone dan Same Old / Same New justru membuat album kedua tersebut terasa seperti pertemuan antara dua sisi Seaside: suara yang selama ini dikenal pendengar dan wajah baru yang sedang mereka bangun.

Pada akhirnya, Same Old / Same New menjadi cerita mengenai perubahan tanpa kehilangan ingatan. Seaside membawa kenangan lama itu bersama mereka, lalu mengolahnya menjadi suara baru untuk perjalanan berikutnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
dream pop seaside indie single baru