Jawa Pos Radar Madiun - LISA BLACKPINK kembali menyapa dunia dengan identitas yang tak perlu disembunyikan. Lewat “SaWaDiKa”, rapper asal Thailand itu membawa bahasa, budaya, hingga visual tanah kelahirannya ke pusat panggung musik global.
LISA merilis lagu baru “SaWaDiKa” bersama video musik resminya pada 4 September 2026 waktu Korea Selatan. Lagu hip-hop tersebut menjadi pembuka menuju EP terbarunya, PRESS PLAY, yang dijadwalkan meluncur pada 23 Oktober 2026.
Sony Music menyebut “SaWaDiKa” sebagai lagu yang membawa LISA kembali kepada akarnya dengan menonjolkan kemampuan rap dan hip-hop yang menjadi bagian penting dari karakter musikalnya. Setelah mengeksplorasi beragam persona dalam Alter Ego, kali ini identitas Thailand justru ditempatkan di garis depan.
Apa Arti “SaWaDiKa” LISA BLACKPINK?
Judul “SaWaDiKa” merupakan stilisasi dari ungkapan Thailand sawatdee ka. Sapaan sopan yang digunakan perempuan tersebut secara sederhana berarti “halo”.
Namun, dalam lagu SaWaDiKa LISA, sapaan itu memperoleh makna yang lebih besar. “Halo” terdengar seperti cara LISA memperkenalkan dirinya kembali kepada dunia dengan identitas yang semakin tegas sebagai perempuan Thailand sekaligus bintang global.
Lagu tersebut dibangun dengan karakter hip-hop yang kuat dan memberi ruang besar bagi kemampuan rap LISA. Liriknya membawa aura percaya diri, kemewahan, pencapaian, dan statusnya sebagai figur yang telah dikenal di berbagai belahan dunia.
Alih-alih membuat lagu nostalgia tentang kampung halaman, LISA menggunakan identitas Thailand sebagai bagian dari persona modernnya. “SaWaDiKa” seperti sebuah salam kedatangan: ia datang membawa Thailand bersamanya.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Isi Lagu Piala Dunia 2026, FIFA Rilis “Goals” Bareng Anitta dan Rema
Makna Lagu “SaWaDiKa”, Perayaan Identitas dan Kepercayaan Diri
Secara garis besar, makna lagu SaWaDiKa berpusat pada identitas, pencapaian, dan kepercayaan diri LISA. Ia menempatkan dirinya sebagai sosok yang mengetahui posisi dan pengaruhnya tanpa meninggalkan tempat dirinya berasal.
Nuansa membanggakan diri yang kuat dalam lirik juga sejalan dengan tradisi hip-hop. LISA berbicara mengenai gaya hidup, popularitas, kemewahan, dan keberhasilannya dengan delivery rap yang dominan.
Namun, penggunaan “SaWaDiKa” sebagai hook membuat lagu tersebut memiliki identitas yang lebih spesifik. Sapaan Thailand itu menjadi semacam tanda tangan yang terus mengingatkan pendengar kepada akar budaya sang rapper.
Karena itu, makna lagu SaWaDiKa bisa dibaca sebagai pertemuan dua identitas LISA: Lalisa Manobal yang lahir dan tumbuh di Thailand serta LISA BLACKPINK yang kini menjadi salah satu figur pop paling dikenal secara global.
Bangkok Jadi Panggung Utama Video Musik “SaWaDiKa”
Identitas Thailand dalam SaWaDiKa LISA BLACKPINK tidak berhenti pada judul. Video musiknya justru membawa pesan tersebut jauh lebih terang dengan menjadikan Bangkok sebagai panggung utama.
Video musik “SaWaDiKa” digarap sutradara Bang Jae Yeob dan mengambil gambar di sejumlah lokasi ikonik di Bangkok. LISA tampil melalui koreografi energik dengan rangkaian busana yang memadukan kemewahan, fashion modern, dan sentuhan Thailand.
Berbagai simbol budaya dan keseharian Thailand ikut muncul. Media Thailand, The Nation, mencatat video tersebut menampilkan tuk-tuk, kereta Thailand, kain bermotif Thailand, layang-layang Chula, kostum bernuansa anggrek Thailand, hingga Muay Thai.
Rong Mueang Road dan berbagai penanda Bangkok juga diperlihatkan secara jelas. Dengan begitu, Thailand tidak sekadar menjadi latar eksotis untuk video musik, tetapi ditempatkan sebagai bagian dari cerita utama.
Visual tersebut memperkuat posisi “SaWaDiKa” sebagai karya yang sangat personal. LISA seperti mengajak penonton internasional memasuki dunianya melalui kota, bahasa, budaya, dan simbol-simbol yang dekat dengan identitasnya.
Diproduseri Thom Bridges dan Ojivolta
Di balik produksi lagu SaWaDiKa LISA terdapat Thom Bridges dan Ojivolta. Sony Music menyebut Bridges sebelumnya terlibat dalam karya sejumlah musisi internasional, sedangkan duo produser Ojivolta memiliki rekam jejak bersama musisi seperti Lil Nas X serta rekan LISA di BLACKPINK, ROSÉ.
LISA sendiri tercatat terlibat dalam penulisan lagu bersama Mark Williams, Raul Cubina, Rachel West, dan Danny Chung. Keterlibatan langsung tersebut semakin memperkuat posisi “SaWaDiKa” sebagai karya yang membawa identitas personal sang penyanyi.
Danny Chung juga bukan nama asing dalam perjalanan musik BLACKPINK. Ia sebelumnya pernah berkolaborasi dalam sejumlah karya grup tersebut, termasuk “How You Like That” dan “Pink Venom”.
“SaWaDiKa” Jadi Pembuka EP PRESS PLAY
“SaWaDiKa” memiliki posisi penting karena menjadi lagu pertama yang diperkenalkan menuju proyek baru PRESS PLAY. Korea JoongAng Daily melaporkan EP tersebut dijadwalkan dirilis pada 23 Oktober 2026.
Proyek itu menjadi kelanjutan perjalanan solo LISA setelah album Alter Ego yang dirilis pada 2025. Jika proyek sebelumnya banyak mengeksplorasi berbagai karakter dan persona, PRESS PLAY mulai diperkenalkan dengan pendekatan yang jauh lebih dekat dengan akar Thailand sang penyanyi.
Pemilihan “SaWaDiKa” sebagai pembuka karena itu terasa signifikan. Bahkan sebelum pendengar mengetahui keseluruhan cerita dalam PRESS PLAY, LISA lebih dahulu mengirimkan pesan mengenai identitas yang ingin dibawanya memasuki fase baru tersebut.
Video Musik “SaWaDiKa” Langsung Menyedot Perhatian
Respons terhadap video musik “SaWaDiKa” juga sangat besar. The Nation Thailand melaporkan video tersebut telah melampaui 70,8 juta penayangan YouTube dalam 24 jam pertama, yang disebut sebagai angka penayangan 24 jam tertinggi di platform tersebut sepanjang 2026 hingga saat itu.
Catatan tersebut sekaligus menempatkannya sebagai salah satu pembukaan terbesar untuk karya solo LISA. The Nation membandingkannya dengan “LALISA” yang sebelumnya mencatat sekitar 73,6 juta penayangan pada hari pertama.
Antusiasme itu menunjukkan daya tarik yang dibawa SaWaDiKa LISA BLACKPINK bukan hanya berasal dari status LISA sebagai bintang K-pop. Perpaduan hip-hop, fashion, koreografi, dan identitas Thailand menjadi elemen yang membuat perilisan ini memiliki karakter tersendiri.
Dari Thailand, LISA Kembali Menyapa Dunia
Lewat “SaWaDiKa”, LISA tidak sekadar merilis lagu baru. Ia menggunakan salah satu ungkapan paling mudah dikenali dari bahasa Thailand sebagai pintu masuk menuju fase baru perjalanan solonya.
Rap penuh percaya diri menjadi fondasi musikalnya, sementara Bangkok dan simbol budaya Thailand memberikan identitas visual yang kuat. Kombinasi tersebut membuat lagu ini terasa seperti pernyataan bahwa perjalanan global LISA tidak membuat akar budayanya semakin jauh.
Justru sebaliknya, akar itu kini ditempatkan di depan.
Jika “LALISA” pernah menjadi deklarasi tentang siapa dirinya, “SaWaDiKa” terasa seperti salam dari LISA yang kini kembali memperkenalkan dirinya kepada dunia dengan cara berbeda: lebih dekat dengan Thailand, lebih tegas sebagai rapper, dan semakin percaya diri membawa identitasnya ke panggung global.
Editor : Dwita IkhtianandaSumber : Radar Madiun