Jawa Pos Radar Madiun – Ada musik yang tidak berusaha menyembunyikan luka. Beijing Connection justru membiarkannya terdengar melalui gitar yang berkelindan, vokal intim, serta lirik yang berbicara tentang hubungan, kehilangan, dan kenangan yang perlahan terasa asing.
Band asal Makassar itu kembali membawa pendekatan tersebut lewat EP terbaru bertajuk When This Is All Over, Would You Remember My Name?. Rilisan berisi enam lagu tersebut dilepas pada 28 Agustus 2026.
EP baru Beijing Connection ini menjadi babak berikutnya dalam perjalanan musikal mereka. Bukan hanya melalui bunyi, tetapi juga cara mereka merangkai judul lagu menjadi bagian dari cerita yang lebih besar.
Perjalanan dibuka lewat From a Long-Forgotten Time. Judul tersebut seolah menjadi pintu masuk menuju masa lalu yang menjadi benang merah emosional dalam EP.
Setelahnya hadir Watching You Disappear into the Great Unknown. Lagu berdurasi 4 menit 14 detik itu sebelumnya telah diperkenalkan sebagai single pada Juli 2026.
Cerita kemudian berlanjut melalui If You Are a Mistake, I'll Make It Twice dan How Could I Know How to Fall out Love. Dua judul itu membawa pendengar pada pergulatan tentang kesalahan yang mungkin tetap diulangi dan sulitnya berhenti mencintai seseorang.
Beijing Connection lantas menghadirkan She Wrote the Ending Before We Spoke the Word. EP tersebut akhirnya ditutup dengan lagu berjudul Aku Tidak Berencana Memilih Orang-Orang Yang Tidak Memilihku.
Enam judul itu menarik ketika dibaca berurutan. Seperti potongan percakapan yang tak pernah benar-benar selesai, mulai masa lalu yang terlupakan, seseorang yang menghilang, kesalahan yang diulang, sulitnya berhenti mencintai, hingga keberanian untuk berhenti memilih seseorang yang tak memberikan pilihan serupa.
Karena itu, When This Is All Over, Would You Remember My Name? dapat dibaca sebagai perjalanan emosional. Bergerak dari mengingat dan kehilangan, lalu mempertanyakan sebuah hubungan, sebelum akhirnya sampai pada fase melepaskan.
Baca Juga: JISOO BLACKPINK Rilis “CLICK”, Lagu Pop Romantis tentang Chemistry yang Sulit Dilawan
Pendekatan tersebut juga terlihat dari pemilihan judul lagu. Alih-alih menggunakan frasa singkat, Beijing Connection memilih kalimat-kalimat panjang yang terasa personal, menyerupai potongan catatan harian atau percakapan yang belum selesai.
Pertanyaan pada judul EP, Would You Remember My Name?, menjadi pusat dari keseluruhan kegelisahan itu. Sebuah pertanyaan sederhana tentang apa yang tersisa dari seseorang ketika sebuah hubungan akhirnya berakhir.
Ingatan memang tidak selalu berjalan seiring dengan perpisahan.
Dua orang dapat berhenti berbicara, tidak lagi mengunjungi tempat yang sama, dan melanjutkan kehidupan masing-masing, tetapi kenangan belum tentu ikut menghilang.
Di titik itulah musik Beijing Connection menemukan ruang emosionalnya. Mereka tidak buru-buru memberikan jawaban tentang bagaimana seseorang seharusnya menghadapi kehilangan.
Sebaliknya, pertanyaan dibiarkan terbuka: apakah seseorang ingin tetap dikenang, apakah kita masih mengingat mereka yang pernah begitu penting, atau apakah nama kita masih tersimpan dalam ingatan seseorang setelah semuanya selesai.
Pada akhirnya, When This Is All Over, Would You Remember My Name? terasa seperti surat yang dikirimkan kepada seseorang tanpa kepastian akan memperoleh balasan. Enam lagu di dalamnya merangkai cinta dan kehilangan menjadi perjalanan menuju penerimaan.
Tidak ada kepastian sebuah hubungan akan kembali. Tidak pula ada jaminan luka akan benar-benar hilang atau seseorang akan terus mengingat nama yang pernah begitu dekat dengannya.
Justru pada ketidakpastian itulah Beijing Connection membangun kekuatan EP terbarunya. Perpisahan tidak dipoles agar terdengar indah, melainkan disampaikan melalui musik sebagai pengalaman yang terasa personal dan jujur. (naz)
Editor : Mizan Ahsani