Atas Nama Solidaritas, Band Hardcore Wafaq Abadikan Luka Anak Palestina lewat Karya Musik

Dani Erwanto • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 09:45 WIB
Wafaq merilis EP mengangkat isu kemanusiaan dan solidaritas untuk anak-anak Palestina.
Wafaq merilis EP mengangkat isu kemanusiaan dan solidaritas untuk anak-anak Palestina.

Jawa Pos Radar Madiun – Sebuah suara bising pembawa keresahan lahir dari Kota Padang. Wafaq, unit Hardcore/Punk yang baru terbentuk pada 2024, muncul di tengah situasi dunia yang dipenuhi kekerasan.

​Grup musik ini membawa semangat solidaritas yang tinggi terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Mereka menjadikan musik sebagai ruang utama untuk menyuarakan perlawanan dan merekam kegelisahan.

​Wafaq diperkuat oleh Ghoul di lini vokal, Syaitonirojeem pada gitar, dan Obayda di balik drum. Bertiga, mereka sepakat membangun karakter musik yang keras, padat, dan tanpa banyak basa-basi.

​Hardcore/Punk menjadi fondasi utama yang membentuk identitas mereka. Aliran tersebut kemudian dihantam dengan agresi elemen D-beat, Sludge, hingga Death Metal.

​Hasilnya adalah sebuah hantaman musik bertubi-tubi dengan distorsi tebal dan ritme agresif.

Seluruh energi mentah tersebut dituangkan dalam EP terbaru mereka yang bertajuk Di Bawah Langit, Pusara Masa Kecil.

Baca Juga: Update FIFA ASEAN Cup 2026 usai ndonesia Kalahkan Singapura: Garuda Peringkat 2 di Bawah Malaysia

​Arsip Suara Luka Palestina

​Kebisingan Wafaq tentu tidak hadir tanpa arah dan makna. Lewat karya terbarunya, mereka membawa cerita pilu yang jauh lebih berat dari sekadar musik keras.

​Rilisan ini secara khusus menyoroti kehidupan anak-anak Palestina yang terpaksa tumbuh di tengah konflik. Menyisakan kisah tentang masa kecil yang terputus dan cita-cita yang terkubur di balik reruntuhan rumah.

​Setiap lagu di dalam EP ini diibaratkan sebagai potongan kecil dari cerita kemanusiaan yang lebih besar.

Wafaq mencoba menempatkan kembali sisi empati di tengah narasi perang yang sering kali hanya dipandang sebagai angka.

​Di antara distorsi dan pukulan drum brutal, terselip pesan bahwa setiap anak berhak memiliki masa depan damai.

Kehilangan tidak pernah berdiri sendiri, karena di balik setiap reruntuhan selalu ada cerita kehidupan.

​Karya ini pada akhirnya berdiri kokoh sebagai monumen suara bagi mereka yang dirampas masa kecilnya. Sekaligus menjadi pernyataan sikap dari Wafaq bahwa merawat kesadaran kemanusiaan adalah sebuah bentuk perlawanan nyata. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
ep wafaq Hardcore punk palestina