Jawa Pos Radar Madiun - Unit musik crossover thrash asal Malang, Inheritors, kembali menyalakan mesin distorsi mereka pada akhir September lalu.
Setelah lebih dari satu dekade berkutat dengan lirik horor fiksi berbahasa Inggris, mereka kini hadir membawa amarah ke wilayah yang jauh lebih dekat dengan pendengar lokal.
Inheritors membuka lembaran baru lewat perilisan single teranyar bertajuk "Intoksikasi" pada 26 September 2026.
Karya yang juga dirilis bersamaan dengan format video klip ini menjadi lagu berbahasa Indonesia pertama di sepanjang perjalanan karier mereka.
Sebelumnya, kuintet ini juga sempat menghantam telinga para pencinta musik keras lewat single "Cheating Death" pada Februari 2026.
Secara musikal, Inheritors masih setia bermain dengan senjata utamanya.
Mereka menyuguhkan riff gitar yang cepat, pukulan drum agresif, serta energi crossover thrash yang nyaris tidak memberikan kesempatan pendengarnya untuk menarik napas.
Semangat yang mengingatkan pada keganasan band-band seperti Power Trip dan Municipal Waste terasa kuat mendominasi komposisi lagu.
Baca Juga: Data Desil Berubah, DPRD Ponorogo Minta Pemdes Aktif Bantu Warga Urus KIS dan KIP yang Terdampak
Menariknya, kali ini amarah tersebut diarahkan pada sesuatu yang lebih nyata, yakni tekanan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penggunaan lirik berbahasa Indonesia sukses membuat "Intoksikasi" terdengar semakin frontal dan mudah ditangkap secara makna.
Lagu ini diyakini memiliki peluang besar untuk berubah menjadi teriakan kolektif ketika dimainkan secara langsung di atas panggung.
"Intoksikasi" bukan sekadar lagu keras yang mengajak kepala mengangguk.
Karya ini menjelma menjadi bentuk pelampiasan sekaligus candu bagi mereka yang butuh jeda dari segala tekanan.
Lagu ini menjadi bentuk perlawanan terhadap keadaan, sekaligus ruang aman untuk membuang segala rasa sesak melalui pusaran moshpit.
Pada akhirnya, Inheritors tidak sedang meninggalkan identitas lamanya. Mereka justru membawa genre crossover thrash ke tempat yang lebih personal untuk mengajak pendengarnya melepas segala penat. (*)
Editor : Mizan Ahsani