Avhath Akhirnya Rilis Album Penuh, Rangkum Perjalanan sejak 2012

Dani Erwanto • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:37 WIB
Avhath resmi merilis album penuh perdananya bertajuk Avhath pada 9 Oktober 2026 yang merangkum perjalanan
Avhath resmi merilis album penuh perdananya bertajuk Avhath pada 9 Oktober 2026 yang merangkum perjalanan

Jawa Pos Radar Madiun - Setelah lebih dulu memperkenalkan amassed sebagai single pembuka pada September lalu, Avhath akhirnya resmi melepas album penuh perdananya.

Album self-titled bertajuk Avhath tersebut diluncurkan secara resmi pada 9 Oktober 2026.

Karya ini menjadi rilisan ke-17 bagi kuintet black metal asal Jakarta Selatan itu, yang telah membangun perjalanan musikalnya sejak 2012 silam.

Dalam catatan produksinya, Reynir menggambarkan kelahiran album ini sebagai dorongan kolektif yang muncul secara alami.

Karya ini bukan sekadar hasil dari rencana matang ataupun tuntutan industri untuk menciptakan sebuah album penuh.

Seiring berjalannya waktu, gagasan tersebut tumbuh semakin kuat hingga akhirnya menjadi langkah yang terasa tak terelakkan bagi Avhath.

Alih alih berangkat dari konsep besar yang telah ditentukan sejak awal, Avhath memilih untuk mengikuti insting selama proses kreatif berlangsung.

Pendekatan ini memberi ruang bagi musik, lirik, hingga artwork untuk berkembang secara organik tanpa harus terikat pada kerangka tertentu.

Baca Juga: Biaya Komponen Meroket, Samsung Bakal Pangkas Produksi Smartphone 30 Persen

Album ini juga menandai babak baru dalam proses kreatif mereka, di mana Reynir mengambil tanggung jawab penuh sebagai produser utama.

Pengalaman bekerja bersama berbagai produser dan engineer pada rilisan terdahulu menjadi bekal penting dalam menentukan arah produksi kali ini.

Dari pengalaman tersebut, Avhath semakin memahami bahwa keputusan teknis seharusnya mendukung karakter musik dan bukan justru membatasinya.

Terdiri dari sembilan lagu, album ini dibuka dengan nomor Genesis. yang merupakan sebuah komposisi instrumental pemandu menuju lanskap sonik.

Setelahnya, delapan nomor lain menghadirkan potongan narasi yang mengeksplorasi keberadaan parasit sebagai gagasan utama, baik secara literal maupun metaforis.

Ekrig, yang bertanggung jawab atas seluruh lirik album, justru mempertahankan ambiguitas di setiap bagiannya daripada menyusun cerita linear.

Ingatan, persepsi, tubuh, keyakinan, dan realitas hadir dalam jalinan yang saling bertumpuk, perlahan mengaburkan batas antara peristiwa nyata dan bayangan.

Pendekatan ini menjadikan Avhath lebih dari sekadar kumpulan lagu dengan benang merah tematik, melainkan menawarkan ruang interpretasi yang terbuka bagi para pendengarnya.

Pada akhirnya, album ini menjadi representasi murni dari perjalanan musikal yang telah ditempuh band tersebut selama bertahun tahun.

Jejak dari rilisan sebelumnya tetap terasa melalui karakter sonik, intensitas, dan atmosfer yang telah melekat kuat pada identitas mereka.

Melalui album penuh ini, Avhath membuktikan bagaimana seluruh pengalaman tersebut dapat dirangkum ke dalam sebuah karya yang tumbuh dari insting kolektif dan kebebasan berekspresi. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
avath musik metal album