Jawa Pos Radar Madiun - Unit metalcore asal Bandung, Pitfall, kembali menandai eksistensinya di skena musik ekstrem Tanah Air.
Mereka resmi merilis sebuah extended play (EP) atau mini album terbaru yang bertajuk Intramural.
Dirilis melalui Disaster Records pada bulan Oktober 2026, mini album berisi tujuh trek ini mengangkat narasi yang sangat personal.
Intramural banyak bercerita tentang konflik batin, konsekuensi dari pilihan hidup, hingga perjalanan panjang untuk menerima luka masa lalu.
Lewat rilisan ini, Pitfall mengajak para pendengarnya menyelami ruang paling personal dalam diri manusia, tempat di mana berbagai emosi yang tersembunyi saling beradu.
Baca Juga: KOVO Cup 2026: Hasil Red Sparks vs SOOPers, Mantan Klub Megawati Hangestri Menang Telak
Perasaan penyesalan, amarah, ketakutan, dan pertanyaan yang tak kunjung menemukan jawaban menjadi benang merah yang merangkai keseluruhan materi dalam EP ini.
Alih alih terjebak dalam pencarian siapa yang patut disalahkan, Pitfall justru menyoroti keberanian untuk menghadapi dampak dari setiap keputusan.
Mini album ini menjadi semacam pengingat bahwa masa lalu tidak selalu bisa diperbaiki atau diulang, tetapi setiap orang berkesempatan untuk memahami dan menentukan langkah berikutnya.
Dari sisi musikal, Pitfall meramu karakter metalcore era 2000-an dengan pendekatan yang tetap terasa relevan dan emosional.
Riff gitar berdistorsi tebal, gebukan breakdown yang menghantam, serta balutan melodi penuh perasaan sukses membentuk atmosfer yang gelap dan agresif.
Baca Juga: Dipiloti WNI, Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Israel Putar Balik
Perpaduan tersebut menghadirkan dinamika yang tak sekadar mengandalkan intensitas sonik, tetapi juga memberi ruang bagi sisi emosional sebagai fondasi utamanya.
Dimensi visual Intramural turut diperkuat melalui pengerjaan artwork oleh Heartwork Studio Bdg, sementara dokumentasi fotografi dipercayakan kepada Faisal Rachman.
Pada akhirnya, EP ini bukan sekadar rekaman tentang pergulatan melawan diri sendiri.
Melalui tujuh lagu di dalamnya, Pitfall menyampaikan gagasan bahwa berdamai dengan masa lalu bukan berarti menghapus atau melupakan luka yang pernah ada.
Sebaliknya, proses tersebut merupakan upaya untuk menerima ketidaksempurnaan, memahami konsekuensi, dan menemukan keberanian untuk terus bergerak maju. (naz)
Editor : Mizan Ahsani