Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rangkai Potongan Kaca Jadi Menara

Hengky Ristanto • Minggu, 14 November 2021 | 23:58 WIB
KREATIF: Kriya lampu hias berbentuk menara dan vas bunga produk perajin di Desa Bekare, Bungkal, Ponorogo. (ISTIMEWA)
KREATIF: Kriya lampu hias berbentuk menara dan vas bunga produk perajin di Desa Bekare, Bungkal, Ponorogo. (ISTIMEWA)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Limbah kaca begitu berharga di Desa Bekare, Bungkal, Ponorogo. Pecahan-pecahan beling itu dirangkai sedemikian rupa menjadi bentuk lampu hias dan vas bunga. Tangan Tulasmiran, warga setempat, yang memiliki keterampilan dengan tingkat ketelatenan tinggi itu. ‘’Belajar secara otodidak, kreatif memanfaatkan pecahan kaca yang sudah tidak terpakai,’’ kata Kepala Desa Bekare Siswandi, Minggu (14/11).


Pihaknya ikut bangga dengan karya Miran –sapaan Tulasmiran. Lampu hias berbentuk menara Eiffel dan Petronas serta vas bunga berbahan kaca yang terjual ke sejumlah daerah itu akhirnya membawa nama Desa Bekare. Pun, Siswandi berharap kesuksesan Miran mampu menginspirasi warga lainnya. ‘’Dari limbah yang tidak berguna dibuat barang kerajinan yang berharga jual tinggi,’’ terangnya.


Butuh tiga hingga empat hari untuk membuat satu lampu hias atau vas bunga. Pecahan kaca lebih dulu dipotong menjadi kotak-kotak kecil. Miran lalu merangkainya satu per satu hingga membentuk menara atau vas bunga. Tingkat kesulitan tergantung pada presisi atau tidaknya potongan kaca. ‘’Dilem satu demi satu,’’ jelas Siswandi.


Lampu hias dan vas bunga berbahan potongan kaca itu dihargai Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu. Harga tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Siswandi berharap ada pendampingan untuk Miran agar hasil kriyanya semakin dikenal luas. ‘’Penyempurnaan produk atau diikutkan pameran, misalnya,’’ harap Siswandi. (tr2/c1/hw)

Editor : Hengky Ristanto
#limbah kaca #desa bungkare #bungkal #ponorogo #berharga