KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyidikan kasus pembunuhan Aris Budianto, 58, mendapatkan fakta baru. Nursali, 45, terduga pelaku, mengaku menghabisi korban seorang diri. ‘’Tapi, saat kejadian ada tiga orang lain di lokasi,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Tatar Hernawan, Jumat (10/6).
Tatar mengungkapkan, usai korban tumbang dengan kondisi bersimbah darah, Nursali dan tiga orang lain yang sempat terekam kamera CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) spontan melarikan diri. ‘’Tersangka (Nursali, Red) mengaku tidak mengetahui keberadaan tiga orang itu,’’ ujarnya.
Dia menuturkan, tiga orang yang belum diketahui identitasnya tersebut saat ini masih dalam pencarian petugas. Mereka turut menjadi target polisi untuk diamankan demi menguak keterlibatannya dalam peristiwa rajapati di Gang Sentul II, Kelurahan Banjarejo, Taman, itu.
Tatar tak menampik adanya isu yang menyebutkan bahwa insiden berdarah itu dipicu persoalan asmara. Namun, pihaknya belum dapat memastikan kebenarannya. Apalagi, sejumlah saksi terkait belum bisa dimintai keterangan. Istri Nursali, misalnya, saat ini tidak diketahui keberadaannya. ‘’Nursali mengaku sudah lama memulangkan istrinya ke Madura. Tapi, di sana juga tidak ada,’’ ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Nursali ditangkap tim buser Satreskrim Polres Madiun Kota pada Rabu (8/6). Pria yang tak lain merupakan tetangga korban itu diringkus dalam pelariannya di Desa Batokaban, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Usai ditangkap, Nursali langsung dibawa ke Mapolres Madiun Kota. Begitu pula barang bukti berupa satu buah senjata tajam (sajam) jenis celurit yang diduga digunakan untuk menghabisi Aris. (ggi/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto