Komisaris Pupuk Kaltim Gustaaf AC Patty, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan para stakeholder terkait mengikuti pemupukan perdana tersebut yang digelar di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Senin lalu (19/12).
Gustaaf AC Patty mengatakan, perluasan Agrosolution di Ponorogo merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian nasional. Buktinya, produktivitas komoditas jagung naik mencapai 10,5 ton per hektare.
Langkah serupa juga dilakukan pada komoditas padi agar keberhasilan program pertanian pangan di Ponorogo semakin optimal. ''Dengan Agrosolution, Pupuk Kaltim memberikan pendampingan lanjutan bagi petani dengan berbagai kemudahan yang difasilitasi,'' ujar Gustaaf.
Selain mendorong produktivitas pertanian, Agrosolution juga meningkatkan kesejahteraan petani. Caranya dengan penyediaan agri input seperti benih dan pupuk serta akses permodalan bagi petani. Juga pendampingan berkala, asuransi pertanian untuk antisipasi gagal panen, hingga jaminan pembelian hasil panen oleh offtaker secara kontinyu.
Selain itu, Agrosolution juga digagas untuk mendorong peningkatan penggunaan pupuk nonsubsidi oleh petani. Guna mengurangi ketergantungan pupuk subsidi dengan target lahan yang jauh lebih produktif.
Terlebih, produk unggulan Pupuk Kaltim telah terbukti cocok dengan beragam jenis tanaman dan karakteristik lahan. Misalnya, Urea Daun Buah, NPK Pelangi dan NPK Pelangi JOS, serta produk hayati Biodex dan Ecofert.
''Keunggulan produk nonsubsidi Pupuk Kaltim telah terbukti cocok dalam meningkatkan produktivitas pertanian pada berbagai komoditas khususnya padi. Selain itu, penggunaannya jauh lebih hemat dibandingkan pupuk bersubsidi,'' papar Gustaaf.
Program Agrosolution di Ponorogo telah direalisasikan Pupuk Kaltim seluas 573 Hektare di tiga Kecamatan. Antara lain di Ngrayun, Jetis, dan Siman untuk komoditas jagung serta kacang tanah di Kecamatan Jambon. Cakupannya akan terus diperluas ke berbagai wilayah lainnya. Sesuai komitmen kerjasama kemitraan dengan Pemkab Ponorogo.
Gustaaf mengimbau petani untuk tidak ragu bergabung dengan Agrosolution, guna menerapkan adopsi pertanian unggul melalui pendampingan intensif. Supaya produktivitas kian maksimal.
Selain itu produk yang diaplikasikan ke tanaman juga sesuai dengan kebutuhan lahan sehingga akan menjaga daya dukung lahan tetap baik. ''Peningkatan produktivitas juga didukung adanya offtaker dengan jaminan harga pembelian hasil panen yang relatif stabil,'' terangnya.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa Agrosolution merupakan solusi meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Selain itu, juga memberi dampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani. Menurut dia, Agrosolution mampu menjawab permasalahan yang selama ini dihadapi petani, utamanya untuk ketersediaan bibit dan pupuk memadai.
Begitu juga saat panen, potensi anjloknya harga gabah bisa teratasi dengan jaminan offtaker. Agrosolution juga terbukti meningkatkan kapasitas pertanian jagung secara signifikan.
''Dengan jaminan agri input hingga akses permodalan dan offtaker, kami optimistis pendapatan dan kesejahteraan petani akan meningkat,’’ kata Kang Giri -sapaan bupati.
Pihaknya menargetkan realisasi Agrosolution bisa mencakup seluruh kecamatan di Ponorogo. ''Bersama Agrosolution Pupuk Kaltim, mari wujudkan sektor pertanian yang unggul dengan mendorong produktivitas hasil yang lebih optimal, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,'' pungkasnya. (naz/adv) Editor : Hengky Ristanto