‘’Pendaftaran 21 Desember sampai 6 Januari. Kita ikut jatah alokasi kanwil Jatim,’’ kata analis kepegawaian Kemenag Kabupaten Madiun Ismail Fauzi, Senin (26/12).
Ismail menjelaskan, ada tiga kategori pelamar dalam rekrutmen CPPPK tahun ini. Yakni, eks tenaga honorer kategori II (THK II), non-ASN Kemenag, dan umum.
‘’Secara kebutuhan, untuk Kabupaten Madiun yang paling mendesak adalah kebutuhan guru, karena banyak madrasah tapi tenaga pengajarnya kurang,’’ ujarnya.
Di wilayah Jawa Timur, kata Ismail, formasi yang disiapkan pada rekrutmen PPPK kali ini mencapai 4.757. Dari jumlah tersebut, 2.606 di antaranya terdiri dari formasi guru dan 102 eks-THK II.
‘’Jatah yang diberikan untuk Kabupaten Madiun belum tahu berapa, nanti yang menentukan Kanwil Jatim,’’ ungkapnya.
Dia menyebutkan, pada rekrutmen CASN 2019 lalu Kabupaten Madiun mendapat jatah 30 formasi guru. Sedangkan rekrutmen PPPK tahun lalu hanya sembilan.
Sementara, di daerah setempat terdapat sedikitnya 20 madrasah negeri yang tentu kebutuhan tenaga pengajarnya tidak sedikit. ‘’Jumlah ASN Kemenag di Kabupaten Madiun tahun ini berkurang banyak. Dulu sekitar 800, sekarang hanya 600-an,’’ sebutnya.
Ismail menambahkan, selain lembaga madrasah yang mencapai puluhan, kebutuhan guru mendesak karena banyak pengajar yang memasuki masa pensiun dan dimutasi. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto