Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun Supriyanto mengatakan, gapeka merupakan pedoman untuk mengatur perjalanan KA. Dalam grafik tersebut memuat peta stasiun, waktu, jarak tempuh, hingga kecepatan KA. Selain itu, posisi KA mulai dari berangkat, datang, berhenti, bersilang, hingga penyusulan tercatat dalam grafik tersebut.
‘’Salah satu yang sangat memengaruhi atau membedakan dengan gapeka sebelumnya adalah efisiensi waktu perjalanan KA,’’ ujarnya kemarin (27/5).
Dia mengungkapkan, jika gapeka baru diberlakukan bakal ada percepatan waktu tempuh perjalanan KA hingga 2.727 menit per hari. Dengan begitu terjadi efisiensi 335 menit pada KA kargo, eksekutif (405 menit), eksekutif campuran (1.433 menit), dan ekonomi (554 menit).
Sehingga, lanjut Supriyanto, bakal ada sepur yang melaju mencapai 120 kilometer per jam antara dari Stasiun Walikukun ke Mojokerto.
‘’Kecepatan itu meningkat 12 kilometer per jam jika dibandingkan sebelumnya yang hanya 105 kilometer per jam,’’ ungkap Supriyanto.
Selain efisiensi waktu, kata dia, pada gapeka 2023 akan ada penambahan jumlah perjalanan KA yang melintas di Daop 7 Madiun. Untuk KA jarak jauh (KAJJ) bertambah 40 jadwal perjalanan. Sedangkan, KA barang 12 KA dan 30 KA commuter line. ‘’Karena jadwal padat dan kecepatan KA meningkat, kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar perlintasan KA,’’ tuturnya.
Supriyanto menambahkan, ada sejumlah aspek yang melatarbelakangi perubahan gapeka tahun ini. Di antaranya, pembangunan jalur ganda baru, perubahan sistem sinyal, serta pengoperasian jembatan baru sebagai perlintasan KA. (ggi/her) Editor : Hengky Ristanto