GORONTALO, Jawa Pos Radar Madiun – Aksi demontrasi oleh ratusan masyarakat Pohuwato berakhir ricuh. Sejumlah fasilitas dilaporkan rusak dalam aksi pada hari Kamis (21/09) kemarin.
Dilansir dari JawaPos.com, kerusakan yang timbul dalam aksi demonstrasi tersebut terlihat di Kantor DPRD, Kantor Merdeka Copper Gold hingga gedung Kantor Bupati Pohuwato, provinsi Gorontalo.
Aksi demonstrasi yang digelar dipicu kekecewaan masyarakat penambang emas di Pohuwato. Itu terkait pembayaran lahan pertambangan yang ditempati masyarakat penambang selama puluhan tahun belum juga dibayarkan.
Insiden itu juga mengakibatkan sejumlah anggota polisi yang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa terluka.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol, MM menjelaskan telah melakukan pengamanan sesuai prosedur operasi kepolisian.
“Dimana personel dari gabungan Polda Gorontalo dan Polres Pohuwato yang diterjunkan untuk mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa, dari sejak awal hingga akhir demo, berpedoman pada SOP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Kapolda Gorontalo, seperti dilansir dari JawaPos.com.
Kapolda Gorontalo mengklaim ada tujuh anggota dari aparat keamanan yang mengalami luka-luka akibat aksi anarkis dari para demonstran.
Romano mengatakan, ini merupakan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dan kami pihak pengamanan wajib mengawal aksi ini, mengikuti aturan hukum yang berlaku.
“Tapi kalau sudah merusak fasilitas umum, apalagi merusak aset-aset negara harus kita lakukan tindakan tegas dan terukur,” tegas Kapolda Gorontalo.
Dalam aksi demonstrasi tersebut setidaknya ada 750 personel dari Polda dan Polres dikerahkan untuk melakukan pengamanan.
“Untuk saat ini kondisi sudah kondusif. Personel tetap disiagakan,” tuturnya.
Editor : Budhi Prasetya