Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Manfaatkan Digitalisasi, Cegah Rasuah dan Tumbuhkan Budaya Antikorupsi dengan Aplikasi LaporGub!

Budhi Prasetya • Rabu, 27 September 2023 | 14:00 WIB
GERAK CEPAT: Ganjar Pranowo langsung terjun ke lapangan begitu menerima laporan warga melalui LaporGub!. (ISTIMEWA)
GERAK CEPAT: Ganjar Pranowo langsung terjun ke lapangan begitu menerima laporan warga melalui LaporGub!. (ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Madiun - Sekarang eranya digital. Maka, teknologi informasi sangat penting untuk dimanfaatkan dalam menunjang komunikasi dan pelayanan publik.

Penggunaan aplikasi atau media sosial dapat mempermudah masyarakat dalam melaporkan berbagai hal ke pihak berwenang. Perkembangan digital sangat memungkinkan untuk itu.  

Salah satu contoh keberhasilan layanan pengaduan masyarakat berbasis digital adalah LaporGub!. Inovasi ini diinisiasi Ganjar Pranowo ketika masih menjabat gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Lewat aplikasi itu, warga bisa dengan mudah menyampaikan kritik, saran, maupun aduan kepada pemprov setempat, bahkan secara anonim.

Selain tersedia gratis di Playstore, aplikasi ini juga dapat diakses melalui situs resmi pemprov, pesan singkat, dan hotline call.

Masyarakat juga dapat mengakses LaporGub! lewat Instagram, Facebook, dan X (dulu Twitter, Red). Setiap aduan yang masuk akan diklarifikasi, lalu ditindaklanjuti.

"Banyak sekali laporan atau masyarakat yang masuk ke LaporGub!. Saran saya, kalau mengadu, setelah diklarifikasi, ya tabayyun," tutur Ganjar.

"Kedua, pemerintah nggak perlu sensitif. Aduan yang disampaikan masyarakat itu membantu kita sebagai bahan koreksi. Jadi harus kita respons," kata Ganjar.

Dia mengenang, ada warga yang pernah melapor ke LaporGub! terkait kondisi jalan yang rusak parah di jalur Gadoh-Gunung Tumpeng.

"Kadang, masyarakat tidak tahu bagaimana tahapan-tahapan yang harus ditempuh. Informasi ini juga harus dikomunikasikan," jelasnya.

Contoh laporan lain yang masuk Laporgub! Yakni kondisi SDN 1 Karangwader, Kecamatan Penawangan, Grobogan, yang rusak parah. Ganjar mengakui, di era digital ini banyak orang yang lebih suka mem-viral-kan sesuatu.

"Masyarakat di era digital lebih suka mem-viral-kan dibanding menanyakan dinas terkait. Padahal kalau begitu, pasti terjawab. Pemkab juga sudah menganggarkan di APBD perubahan, jadi pasti selesai," terang Ganjar.

Bahkan, Ganjar mengecek langsung kondisi sekolah yang dilaporkan rusak parah itu. Baginya, itu bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam merespons aduan yang masuk.

"Bagi kami, begitu mendapat laporan ya itu bagian dari kepedulian," paparnya.

Mantan gubernur Jateng dua periode itu menegaskan, semangat Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi telah mengakar. Slogan itu menjadi budaya antikorupsi kalangan ASN.

"Harapan saya kampanye antikorupsi bisa dengan cara-cara yang kekinian," tutur Ganjar.

Digitalisasi pelayanan juga telah merambah Ngawi. Pemkab setempat punya sejumlah aplikasi yang digunakan untuk memudahkan birokrasi dan pelayanan publik.

Misalnya, aplikasi SP4N LAPOR untuk menampung aduan masyarakat, aplikasi SRIKANDI untuk menunjang penerapan e-government, maupun aplikasi lain di bidang perizinan dan investasi. (naz/*)

Editor : Budhi Prasetya
#gubernur jateng #ganjar #teknologi informasi #laporgub #digital