Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Cabai Rawit Naik 123 Persen, Banderol Bapok Flutuatif, Gubernur Instruksikan Ini

Budhi Prasetya • Kamis, 2 November 2023 | 22:30 WIB

Ilustrasi pedagang beras (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Ilustrasi pedagang beras (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
 

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Di Jawa Timur, harga sejumlah bahan pokok (bapok) masih fluktuatif alias belum stabil.

Bahkan komoditas bahan pangan menunjukkan kenaikan harga di pasar. Jika tidak segera diatasi, fluktuasi harga bapok itu berpotensi terus terjadi hingga akhir tahun.

Kondisi tersebut kembali mendapat atensi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia menginstruksi jajarannya untuk terus menggelar pasar murah secara merata.

’’(Sampai saat ini, Red), sudah ada 39 titik yang telah disasar. Dan akan terus digelar hingga harga stabil,” kata Khofifah, seperti dikutip dari JawaPos.com.

Dia juga meminta semua bupati/wali kota untuk melakukan program serupa di wilayahnya. ”Mengingat kenaikan harga bahan pangan berpotensi terus terjadi hingga akhir tahun. Apalagi di tengah dampak fenomena El Nino,” katanya.

Dilansir dari JawaPos.com, ketersediaan sejumlah bahan pokok vital di Jatim sebenarnya cukup aman. Sebagaimana beras, provinsi ini mengalami surplus 9,23 persen selama setahun terakhir.

Sejauh ini, harga sejumlah bahan pokok di Jatim memang masih fluktuatif. Harga rata-rata beras medium masih di angka Rp 11.391 per kilogram (masih di atas harga eceran tertinggi Rp 10.900).

Yang tengah melonjak adalah harga cabai rawit. Saat ini sudah tembus Rp 75 ribu per kilogram atau naik 123 persen dari harga normal. Juga, harga cabai merah besar yang mencapai Rp 43.333 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Jatim Dydik Rudy Prasetya menyatakan, situasi itu tidak terlepas dari turunnya produksi imbas kondisi cuaca.

’’Masa panen di dataran rendah sudah habis. Sedangkan di dataran tinggi mulai tanam,” katanya.

Sebenarnya, kata Dydik, stok cabai di Jatim masih aman. Produksi sampai dengan September mencapai 455.044 ton. Dengan konsumsi untuk rumah tangga sebesar 62.217 ton alias surplus 392.827 ton. ’’Tahun ini diperkirakan surplus 500.015 ton,” kata Dydik. (hen/c12/ris)

Editor : Budhi Prasetya
#cabai rawit #jatim #bapok #khofifah