Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Satu Bulan Serangan Israel ke Gaza, Catatan WHO 160 Anak Meninggal Setiap Hari

Budhi Prasetya • Rabu, 8 November 2023 | 22:30 WIB
SERANGAN BRUTAL: Bocah-bocah Palestina lari menyelamatkan diri saat Israel membombardir kawasan Rafah di selatan Jalur Gaza secara membabi buta, Senin (6/11). (AFP)
SERANGAN BRUTAL: Bocah-bocah Palestina lari menyelamatkan diri saat Israel membombardir kawasan Rafah di selatan Jalur Gaza secara membabi buta, Senin (6/11). (AFP)

PALESTINA, Jawa Pos Radar Madiun – Konflik yang terjadi di di Gaza, Palestina, sudah berlangsung selama satu bulan.

Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), sekitar 160 anak meninggal setiap harinya di Gaza akibat serangan atau aksi militer Israel.

"Rata-rata sekitar 160 anak terbunuh setiap hari berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Palestina)," kata pejabat WHO Christian Lindmeier dalam konferensi PBB di Jenewa, seperti dikutip dari JawaPos.com pada Selasa (7/11).

Dilansir dari JawaPos.com, dia juga mengatakan bahwa jumlah korban meninggal di Gaza sudah mencapai ribuan.

Sementara warga yang selamat harus berjuang melawan trauma, penyakit, serta kekurangan makanan dan air.

Oleh karena itu, Lindmeier menekankan kembali pentingnya bantuan kemanusiaan yang mendesak untuk membantu mengurangi penderitaan warga Gaza, seperti bahan bakar, stok makanan dan minuman, serta akses layanan kesehatan.

Dia menyatakan bahwa semuanya sudah dalam kondisi siap, termasuk logistik, konvoi, dan perbekalan.

Namun, mendapatkan akses yang aman untuk melewati perbatasan Gaza menuju rumah sakit dan tempat perbekalan menjadi kendala mereka.

Terkait rumah sakit di wilayah utara, dia menjelaskan bahwa WHO hanya dapat mengirimkan pasokan ke rumah sakit tersebut hanya satu kali saja.

"Persediaan telah diambil dari tangan kami dan segera dibawa ke ruang operasi karena semua yang dibawa, termasuk anestesi, yang diperlukan pada saat itu juga," kata Lindmeier.

"Sebagai WHO, kami tidak dapat memverifikasi apa yang ada di bawah rumah sakit. Yang kami bisa verifikasi adalah apa yang ada di dalam rumah sakit dan di atas tanah dan hal tersebut sangat membutuhkan fasilitas medis," ungkap Lindmeier saat ditanya tentang klaim Israel bahwa rumah sakit di Gaza telah menjadi target serangan akibat adanya terowongan Hamas di bawah rumah sakit.

Gaza telah mengalami serangan besar-besaran sejak Hamas melancarkan serangan tak terduga terhadap Israel pada Sabtu (7/10).

Sejak serangan balasan tersebut, setidaknya 10.328 warga Palestina telah meninggal, termasuk 4.327 anak-anak dan 2.719 perempuan.

Sementara itu, jumlah kematian di pihak Israel, menurut data resmi, hampir mencapai 1.600 orang.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa situasi di Gaza telah mengakibatkan banyak anak perempuan dan laki-laki meninggal dan terluka setiap harinya.

Menurut laporan UNRWA, badan PBB untuk Palestina, setidaknya ada 70% penduduk Gaza telah mengungsi selama satu bulan terakhir.

"Hal ini terjadi seiring dengan ketakutan terus menerus dan kondisi kehidupan yang tidak manusiawi bagi hampir 1,5 juta orang. Tempat perlindungan UNRWA telah mencapai 4 kali lipat dari batas kapasitasnya. Para warga sipil menjadi sasaran pemindahan paksa dan hukuman kolektif," kata UNRWA dalam sebuah pernyataan. (jawapos.com/sib)

Editor : Budhi Prasetya
#who #gaza #korban meninggal #palestina #israel